SIDOARJO (RadarJatim.id) — Ada yang berbeda dari prosesi kelulusan yang digelar oleh SMK Telkom Sidoarjo tahun ajaran 2025/2026 ini. Alih-alih menggelar acara wisuda mewah di hotel dengan kebaya dan jas, sekolah ini memilih melaksanakan upacara kelulusan yang penuh makna dan mendalam di lapangan terbuka, ‘Hantarasena’ pada (15/6/2026) pagi.
Kepala SMK Telkom Sidoarjo Abror, S.Hum M.Pd dalam sambutannya yang penuh semangat di hadapan para murid dan orang tua, menekankan pentingnya perubahan mindset di era kecerdasan buatan (artificial intelligence), teknologi informasi, cloud computing, hingga networking engineering.
Menurutnya, zaman telah berubah jauh jika dibandingkan dengan era 80-an hingga 2000-an, di mana orang tua rela mengorbankan segalanya hanya demi selembar ijazah. “Hari ini semuanya berbeda. Kami menyadari bahwa selembar ijazah yang nanti kalian dapatkan itu, ternyata sangat amat tidak cukup,” tegasnya Abror.
Oleh karena itu, pihaknya menekankan lagi pada pembentukan karakter, kesehatan fisik, kepribadian yang tangguh, serta akhlaqul karimah (akhlak yang baik) sebagai modal terbesar anak-anak dalam mengarungi masa depan. “Hal inilah yang mendasari mengapa para siswa setiap pagi diminta untuk berlari, push-up, dan menjaga kebugaran selama masa pendidikan mereka,” tekannya.
Meski prosesi pelepasan digelar secara sederhana di bawah terik matahari, SMK Telkom Sidoarjo mencatatkan prestasi yang sangat membanggakan. Angkatan tahun ini berhasil membawa sekolah meraih berbagai penghargaan yang tidak berhenti-henti.
Di antaranya, Juara Umum LKS (Lomba Kompetensi Siswa) Kabupaten Sidoarjo. Juga kejuaraan terbanyak di tingkat Provinsi Jawa Timur. Melompat jauh hingga berhasil menduduki peringkat No. 3 Terbesar se-Indonesia dalam hal prestasi yang diraih.
Meski demikian, kepala sekolah mengingatkan para siswa agar tidak tinggi hati. Ia menyebut bahwa prestasi-prestasi tersebut adalah hal yang biasa. “Hal paling utama yang diharapkan sekolah adalah para lulusan tetap memiliki hati dan pribadi yang baik di masa depan,” terangnya.

Menutup pidatonya, ia menjelaskan alasan mengapa acara ini tidak dinamakan sebagai pelepasan atau wisuda, melainkan Antarasena. Lebih pada ‘Hantarasena’ adalah kami ingin membersamai kalian. Kami ingin mengantarkan kalian, bukan melepas. “Kami tidak mewisuda kalian, kami mengantarkan kalian menuju raduan terbaik di masa depan yang akan datang,”pungkasnya.
Sementara itu suasana haru dan bangga menyelimuti lapangan upacara. Pihak sekolah juga menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada orang tua wali murid yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di SMK Telkom Sidoarjo selama 3 hingga 4 tahun ini melalui gemblengan ‘Kawah Candradimuka’ yang luar biasa.
Sambil meneteskan air mata haru, usai mengalongkan Gordon dan untaian bunga, Sumining warga Bligo, Candi mengaku sangat senang dan harus sekali, karena perkembangan anaknya sangat luar biasa sekali.
“Selain pinter juga keilmuan agamanya juga bertbamah. Alhamdulillah saya bersyukur anak saya sangat baik sekali,” ungkapnya sambil menyeka air mata yang terus menetes haru.(mad)







