KEDIRI (RadarJatim.id) – Turnamen sepak bola tahunan Asmorobangun Cup VII 2026 resmi bergulir. Sebanyak 34 tim dari berbagai daerah di Jawa Timur siap bersaing memperebutkan gelar juara dalam kompetisi yang akan berlangsung selama satu bulan ke depan.
Tim-tim peserta berasal dari Kabupaten Kediri, Nganjuk, Blitar, Malang, Mojokerto dan daerah-daerah lainnya di Jatim.
Pada laga pembuka, Azas Palapa FC Karangdinoyo berhadapan dengan BBB FC Ngasem di Lapangan Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Rabu (17/6/2026). Berbeda dengan kompetisi liga, Asmorobangun Cup menggunakan sistem gugur. Setiap tim harus tampil maksimal sejak pertandingan perdana, karena kekalahan berarti tersingkir dari turnamen.
Kepala Desa Asmorobangun, Sunardi, mengatakan, turnamen yang telah memasuki edisi ketujuh ini menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat.
“Sore ini adalah kick off Asmorobangun Cup. Semoga agenda tahunan ini bisa berjalan lancar. Kami berpesan kepada seluruh tim, suporter, dan masyarakat agar tetap menjunjung tinggi sportivitas. Dalam pertandingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah,” katanya.
Menurut Sunardi, keberhasilan Asmorobangun Cup bertahan hingga tujuh tahun tidak terlepas dari kekompakan panitia dan dukungan masyarakat yang terus mengalir setiap penyelenggaraan. Ia menilai sepak bola telah menjadi hiburan rakyat di wilayahnya. Ribuan penonton yang datang tidak hanya menikmati pertandingan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi bagi pedagang dan pelaku UMKM yang membuka lapak di sekitar lapangan.
“Setiap tahun antusiasme masyarakat sangat tinggi. Banyak warga datang bersama keluarga. UMKM juga ikut tumbuh karena ramainya penonton yang hadir,” ujarnya.
Sunardi menambahkan, iklim sportivitas yang terus dibangun selama penyelenggaraan turnamen membuat potensi gesekan antarsuporter semakin berkurang dari tahun ke tahun.
“Menang dengan terhormat, kalah dengan bermartabat. Itu yang selalu kami sampaikan kepada seluruh peserta,” ucapnya.
Ketua Panitia, Luckies Dovin Ardianto, menjelaskan, Asmorobangun Cup VII menjadi ajang berkumpulnya tim-tim terbaik dari berbagai daerah. Selama sekitar 30 hari ke depan, pertandingan akan digelar setiap hari untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke babak berikutnya.
“Turnamen ini diikuti 34 tim dari berbagai daerah. Harapannya menjadi wadah bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus menjalin silaturahmi antar-klub,” kata Luckies.
Sementara itu, Bendahara KONI Kabupaten Kediri, Fani Lumintang, menilai Asmorobangun Cup merupakan salah satu kompetisi sepak bola desa yang konsisten dan memiliki dampak positif terhadap pembinaan atlet.
“Kami melihat event ini sangat bagus untuk pembinaan sepak bola. Dari kompetisi seperti inilah biasanya muncul pemain-pemain potensial yang nantinya bisa berkembang ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Fani mengatakan, KONI Kabupaten Kediri mendorong semakin banyak kompetisi serupa digelar di berbagai wilayah untuk memperkuat pembinaan sepak bola usia muda dan meningkatkan prestasi olahraga daerah. Menurutnya, sejumlah kecamatan di Kabupaten Kediri memiliki potensi besar melahirkan pesepak bola berbakat yang perlu mendapat ruang kompetisi secara berkelanjutan.
Dengan diikuti puluhan tim lintas daerah dan didukung antusiasme masyarakat, Asmorobangun Cup VII 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola. Ajang ini telah berkembang menjadi pesta olahraga rakyat yang mempertemukan pemain, suporter, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam satu atmosfer kompetisi yang menjunjung sportivitas. (rul)







