KEDIRI (RadarJatim.id) – Di tengah tantangan perlambatan ekonomi dan perubahan pola belanja masyarakat, peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Kabupaten Kediri dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat koperasi dan UMKM sebagai penyangga ekonomi rakyat.
Melalui Gebyar UMKM yang digelar di kawasan Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG), Kamis (23/7/2026), sebanyak 80 pelaku UMKM mendapat ruang untuk memasarkan produknya sekaligus memperluas jaringan usaha.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendukung setiap kegiatan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Namun, ia mengingatkan, bahwa dukungan pemerintah saja tidak cukup apabila pelaku UMKM tidak mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Prinsipnya pemerintah daerah selalu mendukung kegiatan yang berdampak pada perputaran ekonomi. Karena itu, kami menyambut baik Gebyar UMKM yang diinisiasi Dekopinda dalam rangka Hari Koperasi,” kata Mas Dhito.
Saat meninjau stan pameran, Mas Dhito mengaku masih menemukan sejumlah pelaku UMKM yang mengandalkan penjualan secara konvensional. Menurutnya, kondisi tersebut harus segera berubah agar usaha tetap bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.
“Saya tadi bertanya, pemasarannya sudah masuk media sosial atau e-commerce belum. Kalau tidak mengikuti perkembangan zaman, tentu akan berat karena persaingan sekarang sudah bergeser ke dunia digital,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan memanfaatkan teknologi digital.
“Kita doakan kegiatan ini berjalan lancar, membawa manfaat bagi pelaku UMKM dan mudah-mudahan tahun depan bisa lebih besar lagi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Kediri, Buat Santoso, mengatakan Gebyar UMKM merupakan inovasi baru dalam peringatan Harkopnas tahun ini. Sebanyak 80 stan diisi pelaku usaha lokal yang menampilkan beragam produk unggulan Kabupaten Kediri. Menurut Buat, kegiatan tersebut lahir dari semangat gotong royong gerakan koperasi untuk membantu pelaku usaha mendapatkan akses pasar yang lebih luas.
“Tahun ini kami bisa menghadirkan 80 stan UMKM. Harapannya, setiap tahun kegiatan ini terus berkembang sehingga manfaatnya semakin besar bagi pelaku usaha,” ujarnya.
Selain membuka ruang promosi, Dekopinda juga mulai menyiapkan langkah jangka panjang melalui regenerasi gerakan koperasi. Salah satunya dengan mengajak masyarakat berusia di bawah 40 tahun mengikuti pelatihan perkoperasian dan kewirausahaan.
“Kami ingin koperasi tidak hanya diminati generasi yang sudah lama berkecimpung, tetapi juga menjadi pilihan generasi muda. Regenerasi ini penting agar koperasi tetap tumbuh dan mampu menjawab tantangan zaman,” kata Buat.
Ia juga menilai, regulasi yang berpihak kepada koperasi menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing ekonomi kerakyatan.
Gebyar UMKM menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya.” Selain pameran UMKM, peringatan Harkopnas di Kabupaten Kediri juga diisi sarasehan perkoperasian dan berbagai kegiatan yang bertujuan memperkuat peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi daerah. (rul)






