SURABAYA (RadarJatim.id) — STIAMAK Barunawati Surabaya bekerja sama dengan Kadin Jawa Timur menggelar kuliah umum Career Talk di kampus STIAMAK Jl. Perak Barat 173 Surabaya, Selasa (23/6/2026). Materinya, fokus pada literasi finansial yang memberikan pandangan kepada mahasiswa agar bijak mengelola keuangan.
Ketua STIAMAK Barunawati Surabaya, Dr Gugus Wijonarko, MM dalam sambutan pembukaan menyampaikan, kegiatan tersebut sangat penting. Pasalnya kemampuan mengelola finansial bagi generasi muda sangatlah penting.
“Tantangan generasi muda adalah mengelola keuangan. Manajemen finansial sangat penting untuk memilah dan memilih antara keinginan dan kebutuhan. Kami sangat berterima kasih pada Kadin Jatim yang telah berbagi untuk mahasiswa kami,” kata Gugus.
Dari Plan Indonesia, Farhan Aunurofi, mengingatkan mahasiswa untuk berhati-hati dengan janji mudahnya mendapatkan pinjaman online (pinjol). “Dunia anak muda sekarang akrab dengan pinjol,” kata Farhan.
Lebih dari 200 mahasiswa yang mengikuti acara tersebut terperangah dengan pernyataan tersebut. Menurut Farhan, literasi finansial akan membuka pikiran bijak dan cerdas dalam mengelola anggaran.
Sementara Ketua Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, SH, MHP, mengatakan, Kadin memprogramkan selama tahun 2026 sebanyak 17 ribu mahasiswa akan mendapatkan financial literacy.
“Kami hadir bersama narasumber di sini, mengajak para mahasiswa supaya pandai mengelola anggaran. Pinjol dan kos-kosan, sebelum tanggalnya, sudah habis anggarannya. Hindari gaya hidup berlebihan. Hemat bukan medit,” ujar Adik.
Pada kesempatan yang sama, pakar Akuntansi Perbankan dan Transaksi Digital Drs Norbertus Purnomolestu, Ak, MM, dalam paparannya mengajak mahasiswa paham dan sadar tentang batas penggunaan anggaran.
“Kita harus tahu, mana kebutuhan dan mana keinginan. Kita mesti pintar mengatur anggaran,” katanya.
Purnomo yang juga pakar perpajakan dan komunikasi bisnis tersebut menyampaikan materinya dengan segar dan menyenangkan menyentuh perilaku kaum muda dalam menggunakan anggaran.
“Termasuk HP (handphone, Red). Kapan menjadi barang sebatas diinginkan dan kapan menjadi barang yang dibutuhkan. Ini kita mesti tahu,” katanya.
Menurut dia, pengelolaan anggaran sangat penting, bukan hanya bagi orang berpendapatan bulanan saja.
“Tapi tukang batu dengan pendapatan harian mesti harus cerdas dengan anggaran. Bisa mengukur pendapatan dengan belanja kebutuhan. Sisa anggaran bisa untuk menabung,” katanya.
Kuliah umum Literasi Finansial untuk mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi Bisnis tersebut berlangsung lancar dan sukses. Semua peserta aktif mengikuti dan tidak ada satu pun mahasiswa meninggalkan tempat duduk sebelum acara berakhir. Bahkan, sebagian yang datang terlambat, tidak bisa masuk ruangan. (fai)







