SIDOARJO (RadarJatim.id) — Semangat kepedulian terhadap lingkungan terus ditunjukkan oleh MKKS SMK Swasta Kabupaten Sidoarjo, melalui program Pasukan Semut yang dilaksanakan setiap kegiatan Car Free Day (CFD) di Alun-Alun Sidoarjo.
Program ini melibatkan siswa-siswi dari berbagai SMK Swasta di Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan aksi bersih-bersih di kawasan CFD setelah seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selesai, pada Minggu (28/6/2026) pagi.
Dalam pelaksanaannya, setiap SMK Swasta mengirimkan sekitar 20 siswa. Secara bergiliran, setiap hari Minggu terdapat tiga SMK yang mendapat tugas sebagai Pasukan Semut untuk memungut dan mengumpulkan sampah yang masih berserakan di area Alun-Alun Sidoarjo.
Aksi sederhana ini menjadi wujud nyata kontribusi pelajar dalam menjaga kebersihan ruang publik.
Wakil Ketua MKKS SMK Swasta Kabupaten Sidoarjo, Joko Siswanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi membersihkan sampah, tetapi merupakan bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik.
Melalui Pasukan Semut, kami ingin menanamkan nilai kepedulian, tanggung jawab, dan semangat gotong royong kepada siswa. “Mereka tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar menjadi warga masyarakat yang peduli terhadap lingkungan,” katanya.
“Kami berharap gerakan ini dapat menjadi kampanye positif yang menginspirasi masyarakat Sidoarjo, untuk lebih sadar menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan,” harap Joko Siswanto.

Program Pasukan Semut juga menjadi bukti bahwa SMK Swasta di Kabupaten Sidoarjo tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi akademik dan keterampilan. “Tetapi juga aktif membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Pak Joko_sapaan akrabnya.
Ia juga beharap MKKS SMK Swasta Kabupaten Sidoarjo menjadi gerakan yang dapat terus berkelanjutan dan menjadi budaya bersama.
Dengan kolaborasi antara sekolah, siswa, dan masyarakat, diharapkan Alun-Alun Sidoarjo sebagai ruang publik kebanggaan masyarakat tetap terjaga kebersihannya.
“Sekaligus menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, yang dimulai dari tindakan-tindakan sederhana namun berdampak besar bagi masyarakat,” pungkasnya.(mad)






