BANYUWANGI – Tahun 2026 menjadi catatan buruk bagi PT ASDP Indonesia Ferry selaku penyedia jasa penyeberangan di Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk.
Macet yang biasanya terjadi saat Lebaran Idul Fitri dan momen pergantian tahun kini seolah tak berujung karena terus terjadi di Pelabuhan Ketapang di luar dua momen tahunan itu.
Ekor antrean kendaraan bahkan bisa tembus sampai Kecamatan Wongsorejo sehingga memicu keresahan di kalangan sopir, penumpang angkutan umum maupun pelaku wisata di Banyuwangi, Jawa Timur.
Kamis, 25 Juni 2026 digelar rapat gabungan untuk mencari solusi guna mengurai kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.
Komisi IV DPRD Banyuwangi yang hadir mendorong PT ASDP Indonesia Ferry untuk membangun dermaga baru dan mengupgrade dermaga movable bridge (MB) yang ada dengan kapasitas lebih besar.
Langkah ini untuk memperkuat layanan dan memperlancar arus penyeberangan kapal fery di lintasan Jawa-Bali melalui Pelabuhan Ketapang yang memang super sibuk.
Hal ini disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, usai menggelar rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder penyeberangan bertempat di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Kamis (25/06/2026).
Menurut politisi PDI Perjuangan ini, kemacetan yang sering terjadi di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk menjadi bukti mendesaknya peningkatan kapasitas infrastruktur pelabuhan dan dermaga, bukan karena minimnya jumlah armada kapal.
“DPRD Banyuwangi berharap ada upaya dan langkah cepat seluruh stakeholder penyeberangan khususnya ASDP untuk mengatasi persoalan kemacetan di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang,” ulas Patemo saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.
Dari hasil koordinasi dan diskusi bersama, untuk mengurai kemacetan di Pelabuhan Ketapang, lanjut Patemo, melakukan upaya jangka pendek dan jangka panjang.
“ASDP harus segera melakukan koordinasi dengan regulator dan pemerintah daerah, seperti pihak kepolisian untuk menahan sementara pergerakan kendaraan di luar pelabuhan saat terjadi lonjakan volume atau cuaca buruk,” tegas Patemo.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko Kurniansyah, menyampaikan siap menindaklanjuti saran dan masukan Komisi IV DPRD Banyuwangi untuk meningkatkan kapasitas dermaga di Pelabuhan Ketapang.
“Tadi Komisi IV DPRD Banyuwangi pada prinsipnya mendorong dan mendukung percepatan penambahan dermaga, peningkatan kapasitas dermaga MB dan adanya akses jembatan yang menghubungkan area bulusan ke Pelabuhan,” paparnya.
Dengan penambahan dan peningkatan dermaga nantinya mampu melayani kendaraan logistik bertonase besar secara lebih optimal, sekaligus mempercepat arus distribusi barang antara Pulau Jawa dan Bali.
“ASDP juga berencana menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Gilimanuk sebagai penyeimbang kapasitas di Pelabuhan Ketapang. Namun rencana tersebut masih terkendala keterbatasan lahan di Gilimanuk,” tuturnya.***







