SIDOARJO (RadarJatim.id) — Upaya memberikan pengetahuan, keterampilan, sekaligus inspirasi kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan dan generasi muda.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Sidoarjo telah menerbitkan sebuah buku inovatif berjudul “SEPERADUAN”.
Merupakan akronim dari “Perempuan Berkarya untuk Kesetaraan” dengan ketebalan lebih dari 200 halaman ini ditulis oleh tim yang diketuai Kepala DP3AKB Kabupaten Sidoarjo, Hini Kristiani, S.Pd MM bersama Pristiwi Trijanti, Lilik Masrukhah dan yang lainnya.
Disusun sebagai bentuk dokumen panduan dan refleksi atas berbagai upaya pemberdayaan perempuan yang telah konsisten dilakukan oleh Dinas DP3AKB Kabupaten Sidoarjo.
Menurut Heni Kristiani, buku ini menyajikan panduan komprehensif dan pesan kelestarian lingkungan.
Melalui buku ini, pembaca disuguhkan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan pelatihan ecoprint.
“Ecoprint sendiri merupakan salah satu teknik pewarnaan kain alami yang memanfaatkan daun, bunga, dan berbagai bagian tumbuhan lainnya,” jelas Heni Kristiani, pada (10/7/2026) pagi.
Ia uraikan, pelatihan yang dituangkan dalam buku ini tidak hanya bertujuan untuk memperkaya kreativitas seni dan memberikan nilai ekonomi, tetapi juga membawa pesan penting tentang kelestarian lingkungan.
Melalui metode ini, para peserta diajak untuk tidak sekadar berkreasi, melainkan juga menjaga, merawat, dan menghargai alam sebagai sumber kehidupan.
“Berbagai program pemberdayaan tersebut kini dirangkum secara apik dan dapat disimak langsung melalui buku SEPERADUAN ini,” katanya.
Buku ini ditampil lumayan menarik, karena dilengkapi dengan dokumentasi foto-foto hasil pelatihan dan praktik nyata yang telah dilaksanakan oleh DP3AKB dalam memberdayakan kaum perempuan.
Salah satu bagian menarik memaparkan berbagai jenis daun yang dapat digunakan untuk teknik ecoprint, di antaranya daun kenikir beserta bunganya, daun pepaya jepang, daun kelor, daun kelengkeng, daun ketela, daun jarak wulung, daun jarak merah kecil, daun jati dan daun afrika.
“Kandungan isinya diharapkan dapat menjadi rujukan sekaligus panduan praktis bagi masyarakat luas, pendidik, pelaku UMKM, maupun komunitas kreatif yang ingin mendalami keterampilan ecoprint,” harapnya.
Lebih dari sekadar buku panduan, karya ini juga diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam mendorong pemulihan ekonomi masyarakat, mendukung gerakan ramah lingkungan, serta menjadi referensi penting dalam menangani berbagai permasalahan perempuan dan anak di masyarakat.
Salah satu kutipan esensi di dalamnya mengajak pembaca untuk menyelami harapan lewat inovasi ‘SEPERADUAN’ dari daun ke kain.
“Semoga buku ini menjadi sumber motivasi yang sangat berharga bagi perempuan yang ingin belajar mandiri secara ekonomi melalui jalur kreativitas hijau,” pungka Heni Kristiani.(mad)






