SIDOARJO (RadarJatim.id) – SMA Negeri 1 Gedangan terus berkomitmen penuh dalam mendukung program inovasi ketahanan pangan, yang inisiasi langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Dengan harapan agar setiap sekolah memiliki area kebun, atau lahan tanam yang difungsikan sebagai area ketahanan pangan.
Kali SMA Negeri 1 Gedangan telah meluncurkan program Sikap (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan), yakni melakukan menanam bersama yang diikuti seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Gedangan, pada (10/7/2025) pagi.
Kegiatan tersebut juga dalam rangka menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, SMA Negeri 1 Gedangan, dengan menggelar kegiatan “Menanam Bersama” sebagai bagian dari rangkaian acara pra-MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah).
Ketua Adiwiyata sekaligus Koordinator Lapangan program Sikap SMA Negeri 1 Gedangan, Bambang Subekti, S.Pd., G.R., menjelaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada tanaman pangan, tetapi juga memanfaatkan lahan sekolah secara menyeluruh untuk penghijauan.

Dalam pelaksanaannya, gerakan menanam ini selain guru juga mendapatkan dukungan dari para wali murid dan calon siswa baru. Tercatat ada sekitar 430 siswa baru yang ikut berpartisipasi. Setiap siswa membawa satu bibit tanaman, baik tanaman buah maupun tanaman hias yang jenisnya.
“Untuk menampung banyaknya bibit tersebut, memanfaatkan area lahan sekolah dari depan hingga belakang terbagi menjadi 13 zona tanam. Pembagian ini disesuaikan berdasarkan kelompok yang telah ditentukan agar penataan tanaman buah dan tanaman hias menjadi lebih terstruktur,” jelasnya.
Selain fokus pada tanaman, program Sikap juga merambah ke sektor perikanan. Saat ini, sekolah telah menyiapkan empat area kolam hias, juga budidaya ikan lele yang ada di tengah-tengah tanam-tanaman buah.
“Sementara untuk perawatan telah melakukan penjadwalan pemeliharaan rutin untuk tanaman, dan regulasi sirkulasi air kolam ikan telah disusun dengan melibatkan kolaborasi antara guru, siswa reguler, dan Kader Adiwiyata (Keahlian Keanekaragaman Hayati),” jelas Pak Bambang yang juga merupakan guru Biologi.
Kepala SMA Negeri 1 Gedangan Dr. Imam Jawahir, S.Pd MM menjelaskan kalau kegiatan menanam bersama ini bertujuan untuk menyulap lingkungan sekolah menjadi area yang asri, indah, dan nyaman.
“Melalui suasana sekolah yang nyaman dan sejuk, diharapkan motivasi belajar anak-anak dapat semakin meningkat, serta menumbuhkan rasa cinta mereka terhadap sekolah,” jelasnya.
Gerakan yang melibatkan wali murid, khususnya bagi para orang tua murid baru ini, memiliki misi mendalam.
Menurut Imam Jawahir, bahwa tanggung jawab pendidikan putra-putri mereka tidak bisa hanya dibebankan kepada guru di sekolah saja, melainkan merupakan tanggung jawab bersama dengan orang tua.
Melalui program ini, orang tua diajak untuk melihat dan memahami langsung bahwa anak-anak mereka sedang berproses. “Pendidikan di sekolah dan di rumah harus saling berkesinambungan,” tegasnya.
Dengan mengetahui bahwa di sekolah anak-anak belajar menanam dan beternak, orang tua diharapkan dapat menginspirasi anak untuk memanfaatkan ruang-ruang kosong di rumah mereka dengan kegiatan produktif serupa.
“Mengingat sepertiga waktu anak dihabiskan di sekolah dan dua pertiganya berada di rumah, sinergi ini dinilai sangat krusial,” jelas Pak Imam.
Pak Imam juga menyampaikan bahwa keberhasilan seorang anak tidak hanya diukur dari pencapaian akademik saja, tetapi juga aspek non-akademik serta pemahaman mereka terhadap sebuah proses.
Filosofi dari kegiatan ini adalah menanam kebaikan. Jika sejak awal kita sudah meniatkan untuk menanam kebaikan, anak-anak belajar hal yang baik, dan orang tua memberikan pembelajaran yang positif.
“Maka ke depannya anak-anak ini akan tumbuh memiliki adab sopan santun, akhlak yang mulia, serta ilmu yang unggul,” tuturnya.
Kader Adiwiyata Atar Naufal Sanjaya, siswa kelas 12-2 yang bertugas sebagai Penanggung Jawab (PJ) Area Kebun, menjelaskan bahwa perannya adalah mengarahkan para wali murid, dan peserta untuk menanam berbagai jenis bibit tanaman di tempat yang telah disediakan.
“Hari ini yang ditanam ada singkong, jeruk, belimbing, dan buah-buahan yang lainnya,” katanya.
Menurut Atar, gerakan penghijauan seperti ini sangat bagus dan krusial untuk dilakukan, mengingat wilayah Sidoarjo secara umum masih kekurangan area hijau. “Melalui program Adiwiyata ini, diharapkan area sekolah bisa menjadi lebih rindang dan asri,” harapnya.

Senada dengan Atar, Muhammad Hidayat Al Quds, siswa kelas 12-1 yang juga ikut serta dalam kegiatan tersebut, menyampaikan harapannya agar aksi ini membawa perubahan positif bagi wajah sekolah ke depan.
“Harapannya dengan adanya acara menanam bersama ini, sekolah SMA Negeri 1 Gedangan lebih hijau dari sebelumnya, lebih rindang, dan lebih segar untuk dilihat,” pungkas Hidayat.
Di sela-sela mendampingi putranya, Ibu Erna warga Ketapang Sidoarjo mengaku, bahwa program penghijauan berupa penanaman berbagai macam tanaman ini banyak sekali manfaatnya.
“Sebagai orang tua baru, tidak merasa risih dan justru sangat mendukung karena program ini membuat lingkungan sekolah menjadi lebih bersih, bagus, dan indah,” ungkapnya singkat.(mad)






