SIDOARJO (RadarJatim.id) — Suasana khidmat sekaligus antusias menyelimuti acara spesial yang digelar oleh Keluarga Besar Perguruan Islam (PI) Raudlatul Jannah, pada (11/7/2026) pagi di Hall Sun City Sidoarjo.
Acara yang dikemas dalam Orientasi Wali Murid Baru Tahun ajaran 2026/2027 tersebut menghadirkan salah satu tokoh inspiratif, Ustadz Sonny Abi Kim, sebagai pembicara utama untuk membagikan ilmu dan wawasan kepada para peserta yang hadir.
Yaitu para undangan yang terdiri dari orang tua siswa mulai dari jenjang KB, TK, SD, SMP, SMA dan Homeschooling Raudlatul Jannah.
Hadir pula Kabid Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo, Dr. Lilik Sulistyowati, S.Pd M.Pd, terlihat juga mantan Kepala Dikbud Sidoarjo Dr. Tirto Adi, M.Pd serta seluruh Jajaran Pengurus Perguruan Islam Raudlatul Jannah Sidoarjo.
Ustadz Sonny Abi Kim dikenal luas sebagai Life Coach sekaligus CEO dari BPBA Institute. Selain aktif dalam dunia pelatihan hidup dan kelembagaan, ia juga merupakan seorang penulis buku produktif. Beberapa karyanya bahkan sukses predikat best seller, di antaranya buku yang berjudul “Galaksi Langit” dan “Menjadi Hamba”.
Kehadiran Ustadz Sonny Abi Kim di atas panggung disambut dengan gemuruh tepuk tangan yang meriah dari para hadirin. Pembawa acara mengajak seluruh peserta yang hadir, khususnya para orang tua (“Ayahanda dan Bundanya”), untuk bersama-sama menyimak dan menyerap ilmu bermanfaat yang akan disampaikannya.
Kualitas jiwa orang tua memegang peranan krusial dalam keberhasilan mengasuh anak. Hal ini ditegaskan dalam sebuah pemaparannya mengenai pentingnya proses healing atau pemulihan jiwa, khususnya bagi para orang tua yang mengemban amanah membesarkan anak-anak mereka.
Orang-orang yang memiliki hidup berkualitas bukanlah mereka yang tidak pernah terluka atau jatuh, melainkan mereka yang mampu pulih dari luka dan terus bertumbuh setelah menghadapi kegagalan.
“Kunci dari dimulainya pemulihan jiwa adalah ketika seseorang berhenti memaksa kehidupan untuk selalu berjalan sesuai dengan keinginannya. Saat pemaksaan itu dihentikan, di situlah diri mulai pulih dan hidup kembali mengalir,” terang Ustadz Sonny Abi Kim.
Berdasarkan pengalamannya selama 15 tahun sebagai seorang life coach, banyak ditemukan kasus di mana seseorang sulit pulih karena terus terpaku pada ekspektasi pribadi.
“Luka, kekecewaan, dan kesedihan yang berlarut-larut tersebut pada akhirnya berdampak negatif pada interaksi mereka dengan keluarga, pasangan, maupun anak-anak. Orang tua yang mampu mengasuh dengan baik adalah mereka yang jiwanya telah pulih,” terangnya.
Dalam kehidupan, manusia kerap dihadapkan pada dua kondisi: ketika apa yang diinginkan sejalan dengan takdir Allah, dan ketika apa yang diinginkan (A) justru digantikan dengan ketetapan lain (B). Kondisi kedua kerap terjadi karena menurut Allah, hal itulah yang lebih baik dan lebih dibutuhkan oleh hamba-Nya.
“Namun, orang yang sulit pulih akan selalu berfokus pada keinginannya sendiri (A) hingga tanpa sadar terjebak dalam sikap memaksakan kehendak, bahkan dalam doa-doanya,” ungkapnya.
Umat beriman diingatkan untuk tidak larut dalam kesedihan yang panjang, sebab kondisi tersebut sangat disukai oleh setan. Sebagaimana kalimat dari Imam Ibnu Qayyim:
“Tidak ada sesuatu yang lebih disukai setan melebihi seorang mukmin yang bersedih hati.”
Orang yang bersedih memiliki energi yang rendah sehingga menjadi sasaran empuk bisikan setan. Kesedihan yang awalnya hanya ada di dalam hati, lambat laun dapat berubah menjadi gerundel lewat lisan, mengutuk takdir, hingga berujung pada kekufuran.
“Oleh karena itu, para orang tua diajak untuk mulai membenahi diri dan mengizinkan proses pemulihan terjadi,” ajak Ustad Sonny Abi Kim.

Pencerahan dilanjutkan oleh Ustad Suhadi Fadjaray selaku Konsultan Pendidikan Islam Raudlatul Jannah, yang intinya menjelaskan kalau Perguruan Islam Raudlatul Jannah merupakan lembaga dakwah berbasis pendidikan.
Bertujuan untuk menyiapkan generasi Islam yang beraqidah mantap, berakhlaq karimah dan berprestasi optimal berlandaskan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.
Sebelum materi pokok, Ketua Perguruan Islam Raudlatul Jannah Sidoarjo Ustad H. Nur Hidayat, MM mengawali pemberian sambutan, menjelaskan tujuan digelarnya orientasi bagi wali murid baru ini untuk menyamakan visi dan pemikiran untuk bagaimana mendidik anak.
Kemudian dilanjut oleh Kabid Mutu Pendidikan Dr. Lilik Sulistyowati, M.Pd serta diisi pula dengan berbagai kegiatan, pembacaan ayat-ayat suci Al Qur’an oleh para siswa SD, juga diantaranya penampilan karya siswa-siswa SMA Raudlatul Jannah.(mad)







