SIDOARJO (RadarJatim.id) — Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM) Sidoarjo yang menaungi beberapa lembaga pendidikan terus berkomitmen dalam membentuk generasi muda, yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki rasa cinta tanah air yang mendalam.
Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan kegiatan retreat khusus bagi para siswa-siswi di lingkungan yayasan. Seperti yang telah dilakukan oleh SMK YPM 8 Sidoarjo, pada (11/7/2026) pagi di Lapangan Kompi Kavaleri 3 Panser Sumput Sidoarjo.
Kegiatan Pemukaan MPLS (Masa Pengenalan Linkungan Sekolah) yang bertemakan ‘Jawara Muda YPM-MPLS Hebat 2026-Kreatif dan Berakhlaq Mulia’ tersebut Kompi Kavaleri 3 Panser Sumput Sidoarjo sebagai pemateri.
Prosesi pembukaan oleh Ketua YPM Sidoarjo, Ir H Ahmad Makki MT secara simbolis menyematkan atribut MPLS kepada perwakilan murid baru dari jenjang SMK, SMP dan MTs sebagai tanda dimulainya kegiatan, juga pelepasan burung merpati serta pelepasan balon ke udara bersama-sama para guru.
Kepada peserta MPLS Hebat 2026, Ahmad Makki menekankan pentingnya pembentukan karakter yang seimbang antara ilmu pengetahuan, akhlak dan rasa nasionalisme. Dalam pendidikan jenjang apa pun butuh keseimbangan,” tegasnya.

Menurutnya pendidikan pada dasarnya adalah pembentukan karakter yang seimbang antara ilmu pengetahuan, akhlak dan rasa nasionalisme. Karena itu MPLS digelar di Markas Kikav 3 Panser Sumput ini.
“Tujuannya untuk membangun rasa cinta tanah air di siswa-siswi kita, dengan kita langsung memasuki di arena yang menunjukkan terkait dengan cinta bangsa, cinta negara ini, yang saat ini perlu terus-menerus kita tanamkan terutama di generasi muda ini,” jelas Gus Makki_sapaan akrabnya.
Ia tegaskan kegiatan retreat ini tidak hanya berfokus pada wawasan kebangsaan, melainkan juga materi pembinaan karakter yang menjadi ciri khas yayasan.
Materi pokok yang diberikan meliputi ke-NU-an (Nahdlatul Ulama), ke-YPM-an, tata tertib sekolah, serta pembangunan habituasi positif. “Targetnya pembentukan karakter siswa yang menyeluruh, antara lain, karakter humanist dan peduli. Memiliki empati yang tinggi. Bertanggung jawab dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.
“Pihak yayasan menyatakan sangat mendukung penuh program ini dan terus mencari formula terbaik yang paling sesuai dengan kondisi psikologis dan perkembangan generasi masa kini,” pungkas Gus Makki.
Sementara itu, Komandan Kompi Kavaleri (Dankikav) 3/Tupai Setia Cakti, Kapten Kav Reza Eko Nugroho telah mempersiapkan delapan personel terbaiknya untuk mendampingi para siswa selama beberapa hari ke depan.
“Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa agar menjadi pribadi yang lebih baik, disiplin, kuat secara jasmani dan rohani, serta mandiri,” katanya.
Menurutnya metode pelatihan akan lebih difokuskan pada praktik langsung di lapangan serta penyampaian materi di dalam kelas.

“Selain itu, para siswa juga akan dibekali dengan tips dan trik untuk mengendalikan serta melawan ego diri sendiri. Hal ini dinilai penting agar di usia muda mereka mampu menentukan tujuan dan rencana masa depan dengan matang,” ungkapnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya penerapan metode semi-militer, Kapten Kav Reza Eko Nugroho meluruskan bahwa latihan ini belum bisa dikategorikan sebagai semi-militer karena tidak melibatkan materi pendidikan militer di dalamnya.
Meskipun terdapat latihan fisik, porsinya telah disesuaikan agar tidak membebani para siswa SMA. Fokus utama dari latihan fisik ini adalah menjaga kondisi tubuh siswa agar tetap prima dan bugar, tanpa menguras energi secara berlebihan yang dikhawatirkan dapat mengganggu konsentrasi belajar mereka.
“Melalui kondisi fisik yang prima, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan siap menghadapi masa depan,” harap Kapten Kav Reza Eko Nugroho.(mad)







