SIDOARJO (RadarJatim.id) — Upaya mendorong kemandirian gender dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas P3AKB (Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana) gencar melaksanakan program Sepraduan (Sekolah Pemberdayaan Perempuan).
Program tersebut dirancang khusus untuk memberikan pembekalan keterampilan dan penguatan ekonomi bagi kaum perempuan di tingkat desa, dengan harapan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Sasaran utamanya adalah kepala keluarga perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Kader penggerak perempuan yang aktif dalam kegiatan pembangunan desa. Penyintas, termasuk perempuan yang terdampak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) maupun kerentanan sosial lainnya.
Menurut Kepala Dinas P3AKB Heni Kristiani, S.Pd MM bahwa salah satu kegiatannya adalah pemberian pelatihan unggulan yang diajarkan dalam program Sepraduan adalah pembuatan batik ecoprint, sebuah metode pembuatan batik yang sangat ramah lingkungan.
Kami melatih para perempuan dengan kerajinan tangan, salah satunya batik ecoprint. Prosesnya menggunakan bahan-bahan alami dari alam, seperti daun-daun yang kemudian diproses dan dicap ke kain sehingga menghasilkan produk bernilai seni tinggi tanpa merusak lingkungan.
“Selain ecoprint, para peserta juga dilatih membuat berbagai kerajinan tangan lainnya, seperti hampers untuk memenuhi kebutuhan internal, seperti keperluan di tingkat desa,” jelas Heni Kristiani, pada (14/7/2026) pagi.

Ia terangkan, untuk memastikan keberlanjutan program, Sepraduan tidak hanya berfokus pada proses produksi, melainkan juga menggandeng berbagai instansi pemerintah untuk memperkuat rantai hilirnya.
Diantara yang dilibatkan Dinas Koperasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Dinas Pariwisata, dilibatkan untuk membantu aspek pemasaran dan pengembangan ekonomi kreatif.
“Termasuk juga Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), untuk memberikan edukasi agar kaum perempuan dapat lebih bijak, kreatif, dan cerdas dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi digital,” terang Bu Heni_sapaan akrabnya.
Diterangkan pula oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Rastiwi Trijanti, SKM, M.Kes, bahwa setelah mereka selesai mengikuti rangkaian pelatihan, para peserta akan diarahkan untuk membentuk kelompok usaha bersama yang bernama UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera).
“Kelompok ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi perempuan untuk saling mendukung dalam meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga sekaligus membantu UMKM di Sidoarjo naik kelas,” harapnya.
Bagi kelompok usaha yang membutuhkan modal tambahan, pemerintah daerah telah menyediakan kemudahan akses permodalan melalui program Kurda (Kredit Usaha Rakyat Daerah), yang merupakan bagian dari realisasi visi dan misi Bupati Sidoarjo.
“Mengingat keterbatasan kuota agar pelatihan dapat berjalan secara maksimal, pelaksanaan Sepraduan saat ini dilakukan secara bertahap berdasarkan usulan langsung dari masyarakat desa yang paling membutuhkan,” terang Rastiwi Trijanti.
Untuk tahun 2026 ini, program difokuskan pada beberapa wilayah, di antaranya Kecamatan Krian (terbagi dalam dua kelompok) dan Kecamatan Balongbendo. Sementara pada tahun lalu, program ini menyasar kecamatan lainnya dengan fokus desa yang berbeda.
Salah satu contoh sukses dari keberlanjutan program ini dapat dilihat pada kelompok UPPKS Asparaga di Desa Kedungpeluk. Kelompok membatik ini kini telah berkembang pesat dan berhasil menerima berbagai pesanan seragam batik, baik dari tingkat desa sekitar, kecamatan, hingga tingkat kabupaten.
Di sisi lain perlu diketahui, menjadi seorang pengemudi ojek online (ojol) bukanlah perkara mudah, terlebih bagi seorang perempuan. Di balik setir kemudi dan kerasnya jalanan, ada perjuangan luar biasa demi keluarga yang harus terus digerakkan.
Menyadari hal tersebut, hadir sebuah inisiatif luar biasa bernama ‘Gaspol Tangguh Sidoarjo’, sebuah gerakan sayang perempuan ojek online yang juga merupakan salah satu mitra kerja Dinas P3AKB Kabupaten Sidoarjo.
Bagi para perempuan pengemudi ojek online, pekerjaan ini bukan hanya tentang mengantar penumpang atau makanan dari satu titik ke titik lain. Di dalamnya, ada banyak cerita suka dan duka yang mereka lalui setiap harinya. “Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata, kami berkomitmen untuk mendampingi mereka tidak hanya di jalanan, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas hidup mereka,” terang Bu Janti_sapaan akrabnya.
Melalui kemitraan tersebut, kami memberikan berbagai pembekalan penting, di antaranya, Edukasi dan Advokasi Hukum, juga Pelatihan Keterampilan. Program pemberdayaan ini tidak berjalan sendiri. Kami aktif bekerja sama dengan berbagai pihak dan dinas terkait, seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk jaminan keselamatan kerja.
Upaya mensejahterakan masyarakat, khususnya perempuan Dinas P3AKB Sidoarjo juga pernah menggelar pelatihan kerajinan tangan di Kecamatan Balongbendo. Kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh para perempuan dan pelaku UMKM setempat.
Dalam pelatihan ini, para peserta diajarkan secara langsung proses pembuatan berbagai kerajinan tangan, salah satunya adalah merangkai aksesoris manik-manik seperti gelang dan kalung bunga yang bernilai ekonomis.
Camat Balongbendo, Ardi Anindita, S.STP., M.Sosio., menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap program ini. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut guna mendongkrak perekonomian warga.

“Alhamdulillah masyarakat di Kecamatan Balongbendo sangat antusias. Memang pelatihan seperti inilah yang dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya perempuan di wilayah Kecamatan Balongbendo, dapat berdaya dan berkarya untuk menumbuhkan ekonomi minimal di tingkat keluarga. Sehingga nanti harapan Pak Bupati, UMKM naik kelas ini dapat terwujud,” ujar Ardi Anindita.
Lebih lanjut, pihak kecamatan juga berharap adanya pembinaan berkala dari dinas terkait agar para peserta tidak hanya berhenti setelah pelatihan selesai, melainkan mampu merintis dan mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mandiri di tingkat desa masing-masing.
Sementara itu, Ketua Kader Penggerak Desa mengaku kalau kegiatan ini dinilai memberikan dampak positif yang nyata, khususnya dalam mengisi waktu luang dengan aktivitas yang produktif sekaligus berpotensi mendatangkan penghasilan tambahan bagi keluarga.
Ia mengungkapkan rasa bersyukurnya atas terselenggaranya pelatihan ini. Menurutnya, program ini sangat membantu para ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki kegiatan rutin di luar rumah.
“Sangat bermanfaat, karena ini sangat membantu terutama ibu-ibu yang enggak punya kegiatan. Nanti bisa-bisa dijual bareng-bareng, nanti bikin sama-sama,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya diajarkan cara membuat kerajinan tangan seperti merangkai manik-manik menjadi aksesori cantik, tetapi juga dimotivasi untuk membangun kemandirian ekonomi secara kelompok. “Konsep produksi dan pemasaran bersama diharapkan dapat menjadi langkah awal terbentuknya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baru di tingkat desa atau kelurahan,” harapnya.
Di akhir pelatihan ini, suasana ceria tampak menyelimuti ruangan saat seluruh peserta dengan bangga memamerkan hasil karya mereka ke arah kamera, menandakan keberhasilan dan antusiasme yang tinggi terhadap program pemberdayaan ini.(adv.mad)







