SIDOARJO (RadarJatim.id) — Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk jenjang TK dan SD di wilayah Kecamatan Krian, pada (15/7/2026) pagi.
Kali ini melakukan monitoring di beberapa jenjang satuan pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD), tepatnya di TK Dharma Wanita Desa Watugolong dan SD Negeri Sidomojo Kecamatan Krian.
Kunjungan Bunda PAUD Sidoarjo dr. Sriatun, didampingi langsung oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Dr. Netti Lastiningsih, M.Pd, Kabid Mutu Pendidikan Dr. Lilik Sulistyowati, M.Pd dan jajaran, serta Ptl Camat Krian Kusdianto, SH MH dan jajarannya.
Usai kunjungan, Bunda PAUD Sidoarjo dr. Sriatun menyampaikan apresiasi kepada awak media yang turut mendampingi kegiatan monitoring tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan MPLS saat ini serentak dilaksanakan di hampir seluruh wilayah dan wajib diikuti oleh seluruh jenjang sekolahan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA.

Hari ini kami fokus pemantauan di TK Dharma Wanita Watugolong dan SDN Sidomojo. Berdasarkan hasil pantauan dan dialog dengan para guru, pelaksanaan MPLS di kedua sekolah tersebut dipastikan berjalan dengan aman dan kondusif.
“Alhamdulillah saya melihat dan juga saya menyaring dari beberapa yang disampaikan oleh Bapak/Ibu guru, untuk proses MPLS ini Insyaallah aman. Anak-anak juga senang,” tutur dr. Sriatun.
Ia terangkan, pelaksanaan MPLS ini rencananya akan berlangsung selama lima hari. Di TK Dharma Wanita Watugolong, proses pengenalan lingkungan diisi dengan kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak, seperti bernyanyi, mewarnai, bermain, serta mengenalkan lingkungan sekolah dan para guru.
Sementara di SDN Sidomojo, meski jumlah murid baru tergolong sedikit, para guru tetap antusias memberikan materi mewarnai, bernyanyi, hingga menampilkan kegiatan pramuka dan tari penyambutan untuk melatih keberanian siswa baru.
“Melalui kegiatan MPLS ini, diharapkan para peserta didik baru dapat lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah, teman-teman baru, serta para guru, sehingga proses belajar mengajar selanjutnya dapat berjalan dengan tenang dan nyaman,” harapnya.
Bunda PAUD Sidoarjo, dr. Sriatun juga menanggapi penurunan jumlah siswa baru di SDN Sidomojo. Ia mengungkapkan bahwa kendala utama penurunan jumlah murid disebabkan oleh kondisi lingkungan geografis sekolah yang dekat dengan jalur bypass Krian. “Kondisi lalu lintas yang padat membuat orang tua merasa khawatir saat anak-anak mereka harus menyeberang jalan,” ungkapnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut dan memberikan rasa aman bagi siswa, Bunda PAUD berharap ke depannya dapat dilakukan peningkatan fasilitas keselamatan jalan di area tersebut.
“Mudah-mudahan nanti tetap semangat untuk ke depannya. Nantinya harapannya mungkin dipasang dengan zebra cross gitu ya, supaya nanti nyaman. Itu nanti mungkin ke depan mudah-mudahan bisa disampaikan ke pemerintah daerah, sehingga nanti anak-anak yang di seberang itu bisa sekolah di sini,” pungkasnya.(mad)







