GRESIK (RadarJatim.id) – Ada cara unik berlangsung di UPT SD Negeri 94 Gresik untuk menyelamatkan generasi alpha dari “hipnotis” layar digital, Rabu (15/7/2026). Alih-alih menyita atau melarang keras penggunaan gawai, hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah ini justru berubah menjadi ajang pelantikan “Pahlawan Penjaga Mata” bagi seluruh siswa baru kelas 1.
Melalui misi rahasia ini, anak-anak diajarkan cara mengendalikan teknologi, bukan dikendalikan oleh teknologi. Sebelum misi utama berdurasi 45 menit itu dibongkar, sang komandan materi, M. Syaifullah, MPd yang akrab dipanggil Pak Ipul, punya trik jitu. Suasana aula yang tadinya mulai tenang tiba-tiba pecah menjadi arena pertunjukan penuh tawa.
Pak Ipul mengajak anak-anak melakukan ice breaking berupa senam otak kreatif gabungan gerakan tangan dan nyanyian jenaka. Trik ini sukses memompa fokus dan energi anak-anak, membuat mereka duduk tegak dan siap menyerap materi pembatasan game dan HP dengan mata berbinar-binar.
”Selamat pagi, para pahlawan super kelas satu yang hebat dan pemberani! Tahu tidak, mata kita ini adalah jendela keajaiban. Kalau kita terlalu lama melihat layar HP untuk main game, jendela ajaib kita bisa lelah, merah, dan menangis. Pahlawan sejati itu tahu kapan harus bertarung di dunia game dan kapan harus beristirahat untuk menjaga matanya tetap bersinar. Yuk, kita gunakan kekuatan super kita untuk batasi main HP dan taklukkan dunia nyata dengan senyuman paling ceria,” ujar Pak Ipul saat mengisi materi di depan anak-anak
Strategi komunikasi yang menyentuh dunia anak-anak ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala UPT SD Negeri 94 Gresik, Hartik, M.Pd. Dalam obrolan santai di sela-sela kegiatan, ia menegaskan pentingnya menaruh figur yang tepat untuk materi sensitif, seperti kecanduan gawai pada anak.
”Pak Ipul ini merupakan salah satu guru termuda di UPT SD Negeri 94 Gresik dan selalu aktif saat ada kegiatan. Saya rasa beliau sangat cocok untuk mengisi materi batasi penggunaan HP dan game pada siang hari ini. Dikarenakan Pak Ipul bisa menjadikan suasana hati anak-anak gembira, dan di situlah ilmu yang disampaikan bisa diterima dan diimplementasikan dengan baik oleh peserta didik baru kami.” ungkapannya.
Metode pendekatan “Pahlawan Penjaga Mata” ini sukses memikat hati para siswa. Salah satu peserta MPLS, Noel, nampak melompat kegirangan dan sangat bangga setelah mendengarkan paparan dari Pak Ipul.
“Seru banget dan lucu. Aku senang sekali hari ini karena Pak Ipul ngajarnya asyik dan tidak galak. Mulai hari ini, aku resmi jadi ‘Pahlawan Penjaga Mata’. Aku janji akan kurangi main game di HP biar mata superku ini tidak menangis,” ucap Noel polos.
Melalui kegiatan kreatif ini, UPT SD Negeri 94 Gresik membuktikan, bahwa memberikan pemahaman kepada anak-anak tidak harus lewat omelan, melainkan lewat kegembiraan yang membekas di hati. (Riski Ardiansya)







