SIDOARJO (RadarJatim.id) – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Plus NU Sidoarjo tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang penyambutan siswa baru.
Sekolah mengemas rangkaian kegiatan dengan konsep yang menyenangkan sekaligus sarat pembekalan karakter, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, hingga edukasi ketahanan pangan.
Mengusung tema “Makan Bersama, Tumbuh Bersama”, MPLS tahun ini dirancang agar para siswa baru merasa nyaman beradaptasi dengan lingkungan sekolah tanpa tekanan.

Ketua MPLS SMK Plus NU Sidoarjo, Ida Zulfiyah, mengatakan seluruh kegiatan disusun untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bekal bagi siswa dalam menempuh pendidikan di SMK.
“Intinya MPLS tahun ini kami mengusung tema Makan Bersama, Tumbuh Bersama. Kami ingin MPLS berlangsung menyenangkan, jangan sampai anak-anak merasa terbebani. Sekaligus kami memberikan pembekalan yang nantinya berguna bagi mereka ke depan,” ujar Ida.
Ia menjelaskan, sebelum rangkaian materi dimulai, sekolah menggelar pra-MPLS yang diisi dengan tes kesehatan, tes kejuruan, serta pemetaan karakter siswa baru.
“Pada hari Senin ada pra-MPLS, di situ ada tes kesehatan, tes kejuruan, dan pemetaan karakter selama satu hari penuh. Melalui pemetaan awal ini kami ingin mengetahui karakter anak-anak sehingga pendekatan pembelajaran nantinya bisa lebih tepat,” jelasnya.
Berbagai instansi juga dilibatkan untuk memperkaya materi MPLS. Di antaranya Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, hingga tim penanggulangan bencana.
Para siswa mendapatkan materi mengenai bahaya narkoba, pencegahan judi online, mitigasi bencana, anti perundungan (bullying), hingga kegiatan penanaman bibit ketela sebagai bentuk edukasi ketahanan pangan.

“Kami bekerja sama dengan Puspenerbal, BNN tentang bahaya narkoba, Polri terkait judi online, kemudian materi penanggulangan bencana. Selain itu juga ada pembekalan anti perundungan dan kegiatan menanam bibit ketela sebagai bagian dari edukasi ketahanan pangan agar anak-anak mulai terbiasa sejak dini,” tambah Ida.
Sementara itu, Saidahtul Husna menuturkan bahwa MPLS bertujuan membentuk kesiapan mental siswa sekaligus mengenalkan budaya dan sistem pembelajaran di SMK Plus NU Sidoarjo.
“Tujuan MPLS ini memberikan pembekalan secara mental kepada anak-anak, mengenalkan lingkungan sekolah, materi pembelajaran, kurikulum, kedisiplinan, tata tertib, hingga wawasan SMK dengan konsep BMW, yaitu Bekerja, Melanjutkan Sekolah, dan Wirausaha,” ungkapnya.
Dalam rangka membangun karakter disiplin, pihak sekolah juga menggandeng personel Puspenerbal, yakni Serda Wahyu Setiawan dan Kopda Alfan Himawan, untuk memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dasar.
Serda Wahyu menjelaskan materi yang diberikan difokuskan pada gerakan-gerakan dasar yang sering digunakan dalam aktivitas sekolah.
“Materi PBB yang kami sampaikan merupakan PBB dasar. Karena PBB ada dua jenis, yaitu PBB di tempat dan PBB berjalan atau berpindah tempat. Mengingat waktu terbatas, kami fokus mengajarkan PBB di tempat seperti hadap kanan, hadap kiri, penghormatan, lencang kanan, lencang depan, balik kanan, dan istirahat di tempat. Gerakan-gerakan itu yang paling sering digunakan di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Menurutnya, latihan tersebut bukan sekadar mengajarkan gerakan, tetapi juga membentuk sikap disiplin dan konsentrasi siswa.
“Yang paling ditonjolkan adalah sikap sempurna karena itu mencerminkan kedisiplinan. Dari sikap badan yang tegap, pandangan yang lurus, hingga konsentrasi, semuanya dilatih. Sedangkan sikap istirahat di tempat mengajarkan siswa tetap siap mendengarkan instruksi yang diberikan,” pungkasnya. (RJ1/RED)






