BANYUWANGI — Gelaran tahunan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 kembali sukses memukau ribuan pasang mata. Mengangkat tema besar “Perang Bayu”, parade fashion carnival ini tak hanya menyuguhkan kemegahan busana yang memadukan selera global dan keluhuran budaya lokal, tetapi juga membawa narasi sejarah yang syarat akan makna.
Apresiasi tinggi datang dari Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi, Marifatul Kamila. Politisi ini memberikan acungan jempol atas kejelian panitia dan para seniman muda yang berhasil mengemas peristiwa bersejarah paling krusial di Blambangan tersebut menjadi karya seni visual yang begitu spektakuler.
”Perang Bayu adalah episode sejarah terpenting bagi rakyat Banyuwangi. Mengangkatnya sebagai tema utama BEC 2026 adalah langkah yang sangat cerdas. Ini bukan sekadar parade busana, melainkan sarana edukasi publik dan pengingat akan nilai-nilai perjuangan, keberanian, serta patriotisme para leluhur kita,” ujar Marifatul Kamila.
Menurutnya, perpaduan antara desain busana modern bernuansa karnaval kontemporer dengan kedalaman pesan historis membuat BEC 2026 terasa begitu berkarakter.
Ratusan pesona ragam busana yang berparade di sepanjang rute seolah menceritakan kembali heroisme Puputan Bayu dengan cara yang relevan bagi generasi muda.
Lebih lanjut, Marifatul Kamila berharap konsistensi penyelenggaraan BEC yang terus bertransformasi tiap tahunnya ini dapat membangkitkan kebanggaan kolektif warga Banyuwangi terhadap sejarah daerahnya, sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kebudayaan lokal. ***







