MALANG (RadarJatim.id) — PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek (PUSMANPRO) melalui Unit Pelaksana Manajemen Konstruksi (UPMK) II menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui penyaluran bantuan alat produksi, Alat Pelindung Diri (APD), serta penyuluhan strategi pemasaran bagi masyarakat disabilitas di Malang, Jawa Timur.
Bantuan tersebut disalurkan kepada 30 anggota penyandang disabilitas yang tergabung dalam tiga Kelompok Usaha Cahaya (KUC), yakni KUC Produksi Keset, KUC Produksi Batik Ciprat, dan KUC Produksi Batik Cup. Program ini diinisiasi bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UPMK II sebagai wujud kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Adapun bantuan operasional yang diserahkan meliputi meja kerja, kursi, besi pengenam, setrika, serta peralatan pendukung produksi kain dan batik lainnya, dilengkapi dengan paket APD guna menjamin keselamatan kerja para pelaku usaha.

Acara penyerahan bantuan secara simbolis dihadiri oleh para anggota KUC binaan YBM PLN UPMK II, Camat Lawang Nur Soleh Hidayat, serta perwakilan Dinas Sosial Kota Batu Ahmad Mulyadi.
Camat Lawang, Nur Soleh Hidayat, mengapresiasi langkah kolaboratif PLN dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat rentan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik antara pemerintah dan instansi BUMN. Kami berharap program ini terus berkesinambungan sehingga teman-teman difabel memiliki mata pencaharian mandiri dan mampu meningkatkan perekonomian keluarga. Menumbuhkan kemandirian bagi rekan-rekan difabel tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri, melainkan butuh sinergi nyata bersama instansi lain,” ujar Nur Soleh Hidayat,Kamis (23/7/2026).
Rasa syukur dan apresiasi mendalam juga disampaikan oleh Ibu Dewi, salah satu anggota KUC difabel penyandang tuna rungu dan tuna wicara.
“Terima kasih banyak kepada PLN. Bantuan ini memberikan ruang bagi kami (kaum difabel) untuk terus berkreasi, mendapatkan peluang berusaha yang setara, sekaligus memberikan kesempatan untuk berinteraksi dan berdaya di tengah masyarakat,” ungkap Dewi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua YBM PLN PUSMANPRO UPMK II, Nurul Hudha, menjelaskan bahwa program KUC difabel merupakan bagian integral dari pilar pemberdayaan ekonomi YBM PLN.

“Program KUC ini rutin dilaksanakan oleh YBM PLN untuk meningkatkan taraf hidup para penerima manfaat. Melalui dukungan sinergis dari berbagai pihak, kami berharap keberlangsungan usaha rekan-rekan difabel dapat terus terjaga dan semakin sejahtera,” tutur Nurul Hudha.
Sementara itu, General Manager PLN PUSMANPRO, Aan Ridhoana Fitriaji, menegaskan esensi utama di balik program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan adalah menghidupkan kemandirian masyarakat serta menggerakkan roda ekonomi lokal.
“PLN tidak hanya berfokus pada keandalan ketenagalistrikan, tetapi juga berkomitmen memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Kami berharap setiap kebaikan yang disalurkan dapat menjadi pemicu semangat, mempererat silaturahmi dengan warga, serta menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas dan berkelanjutan,” pungkas Aan Ridhoana Fitriaji. (RJ1/RED)







