SIDOARJO (RadarJatim.id) — PD Muhammadiyah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh langkah pemerintah daerah dalam memberantas berbagai penyakit sosial.
Langkah ini diambil usai mendengarkan pemaparan dari Bupati Sidoarjo dan jajaran Forkopimda Sidoarjo terkait kondisi daerah yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Sekretaris PD Muhammadiyah Sidoarjo, Burhanuddin menggarisbawahi pentingnya langkah konkret untuk menjaga predikat Sidoarjo yang selama ini dikenal sebagai Kota Santri.
”Secara faktual kami mendengar dari akar rumput, kondisinya cukup mengerikan. Sebagai daerah yang mayoritas masyarakatnya dikenal sebagai Kota Santri, kita betul-betul harus mengantisipasi hal tersebut,” jelas Burhanuddin saat ditemui usai pertemuan, pada (27/7/2026) sore di Ops Room Sekretariat Pemkab Sidoarjo.
Menindaklanjuti arahan dari Forkopimda, Muhammadiyah akan segera menginstruksikan seluruh jajaran pimpinan cabang, pimpinan ranting, hingga pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk menggalakkan kampanye pencegahan.
Fokus utama gerakan ini mencakup, pemberantasan Minuman Keras (Miras) dan praktik prostitusi di lingkungan Sidoarjo. “Juga mengedukasi dan Pencegahan Bahaya HIV/AIDS secara masif dari tingkat daerah hingga ranting,” ujarnya.
”Termasuk pengawasan ketat di lingkungan sekolah, khususnya jenjang SMA/sederajat, guna menjaga nama baik instansi pendidikan dan moral generasi muda,” terang Burhanuddin.
Selain langkah struktural, Muhammadiyah juga mengimbau peran aktif para orang tua di rumah. Salah satu langkah konkret yang ditekankan adalah imbauan kontrol digital terhadap anak-anak pada malam hari.
”Kami mengimbau para orang tua, paling tidak pukul 10 malam sudah melakukan video call (VC) atau mengecek keberadaan anak-anaknya. Ini adalah bagian dari ikhtiar orang tua untuk mengantisipasi hal-hal buruk terjadi pada anak,” himbaunnya.
”Pihaknya memastikan siap bersinergi dan mendukung penuh seluruh kebijakan Bupati dan Forkopimda Sidoarjo selama bertujuan menciptakan kemaslahatan serta kebaikan bagi masyarakat luas,” pungkasnya.(mad)






