SIDOARJO (RadarJatim.id) — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, berbagai lingkungan di Kabupaten Sidoarjo mulai mempersiapkan beragam kegiatan untuk memeriahkan perayaan 17 Agustus.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, panitia tingkat RT, RW hingga kelurahan/desa maupun karang taruna biasanya menggalang dana partisipasi dari masyarakat sebagai bentuk swadaya guna mendukung pelaksanaan berbagai lomba, kerja bakti, hingga malam puncak peringatan kemerdekaan tersebut.
Menyikapi kondisi itu, Bupati Sidoarjo Subandi mengingatkan agar penggalangan dana dilakukan tanpa unsur pemaksaan.
Ia menegaskan bahwa panitia maupun karang taruna tidak diperkenankan menetapkan nominal iuran yang wajib dibayarkan warga. Apalagi sampai ada denda segala.
Menurut Subandi, peringatan Hari Kemerdekaan merupakan momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong, sehingga seluruh bentuk partisipasi masyarakat harus didasarkan pada keikhlasan serta kemampuan masing-masing warga.
Untuk iuran atau uang partisipasi HUT Kemerdekaan RI, karang taruna maupun penyelenggara dilarang menentukan nominal uang iuran yang diberikan warga. “Karena ini bentuknya swadaya masyarakat, pemberian harus seikhlasnya saja, apalagi kondisi ekonomi kita saat ini sedang tidak baik-baik saja,” tegas Bupati Subandi kepada awak media, saat memberikan bantuan kursi roda di Watutulis, pada Sabtu (1/8/2026) siang.
Ia mengatakan, kondisi ekonomi masyarakat saat ini perlu menjadi perhatian seluruh panitia penyelenggara. Karena itu, semangat memeriahkan Hari Kemerdekaan tidak boleh berubah menjadi beban bagi warga akibat adanya kewajiban membayar iuran dalam jumlah tertentu.
Selain mengingatkan soal iuran, Subandi juga meminta panitia lebih selektif dalam menyusun rangkaian kegiatan.
Ia berharap seluruh kegiatan peringatan 17 Agustus disesuaikan dengan kondisi lingkungan masing-masing serta mengedepankan nilai kebersamaan, kekompakan, dan manfaat bagi masyarakat.
“Silakan merayakan kemerdekaan 17 Agustus, namun partisipasi yang bisa diterima lingkungan,” pungkas Bupati Sidoarjo Subandi.(mad)






