SIDOARJO (RadarJatim.id) Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR Fraksi Partai Gerindra, Ir.H.Bambang Haryo Soekartono,M.I.Pol (BHS) mendukung Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memaksimalkan potensi kearifan lokal sebagai daya tarik wisata unggulan.
BHS menilai Kabupaten Sidoarjo memiliki kekayaan sejarah, budaya, hingga tradisi yang mampu menjadi magnet wisata jika dikembangkan secara serius dan berkelanjutan.
”Sidoarjo memiliki potensi pariwisata berbasis kearifan lokal yang sangat besar. Jejak sejarah kerajaan, budaya, hingga tradisi peninggalan leluhur harus benar-benar diangkat dan dieksplorasi menjadi daya tarik wisata,” kata BHS seusai membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) penyelenggaraan event berbasis kearifan lokal Kemenpar, Sabtu (1/8/2026).
Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Jatim ini menegaskan bahwa penguatan event budaya menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kunjungan wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Dikatakan, sejarah Sidoarjo tidak dapat dipisahkan dari cikal bakal Kerajaan Majapahit maupun Kerajaan Jenggala yang berkembang di wilayah Tarik. Kekayaan sejarah ini dinilai menjadi modal penting untuk membangun wisata budaya yang memiliki nilai edukasi sekaligus ekonomi.
Termasuk adanya beragam tradisi lokal yang masih bertahan, mulai dari budaya agraris, tradisi musim giling tebu, hingga kesenian daerah yang layak dikemas menjadi agenda wisata tahunan.
“Kalau semua potensi budaya ini dikembangkan menjadi event yang menarik, wisatawan akan datang ke Sidoarjo,” tambahnya.
Wilayah Sidoarjo dengan posisi geografis yang strategis juga dinilai sangat menguntungkan. Sebab Sidoarjo menjadi simpul transportasi nasional. Mulai dari adanya Terminal Purabaya, Bungurash belasan, stasiun kereta api, Bandara Internasional Juanda, jalan tol, hingga jalur nasional menjadi akses yang memudahkan wisatawan berkunjung.
”Semua moda transportasi ada di Sidoarjo. Ini potensi luar biasa yang harus dimanfaatkan agar Sidoarjo menjadi salah satu destinasi pariwisata terbesar di Jawa Timur,” tegasnya.
Disela kegiatan itu, BHS secara spontan juga memberikan bantuan uang pembinaan kepada dua penari yang tampil. Saat itu penari ini membawakan tarian khas Sidoarjo yakni tarian nelayan Banjarkemuning.

Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah Kementerian Pariwisata, Eni Komiarti, menambahkan pengembangan pariwisata daerah membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan DPR RI agar berbagai program dapat berjalan optimal.
”Kolaborasi dengan DPR RI selalu kami lakukan karena program-program Kementerian Pariwisata tidak bisa berjalan sendiri. Kami terus bermitra dan menyampaikan berbagai program pengembangan pariwisata agar mendapat dukungan legislatif,” kata Eni.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo Yudhi Irianto mengatakan kegiatan bimten tersebut menjadi momentum memperkuat potensi wisata berbasis budaya dan ekonomi lokal.
”Dukungan dari DPR RI dan Kementerian Pariwisata menjadi momentum bagi kami untuk mengangkat kembali budaya, kuliner, ekonomi kreatif, hingga wisata religi. Kami ingin menunjukkan bahwa potensi pariwisata Sidoarjo tidak kalah dengan daerah lain,” kata Yudhi Irianto.(RJ1)






