MALANG (RadarJatim.id) — Selasa, 11 Agustus 2026 menjadi hari penting dan istimewa dalam perjalanan akademik M. Fadloli Aziz. Mahasiswa Program Studi S3 Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) tersebut dijadwalkan menjalani ujian disertasi sebagai bagian dari tahapan akhir studi doktoralnya di Ruang Seminar Lantai 9 Gedung A21 Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang.
Dalam ujian tersebut, Aziz mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru melalui Lingkungan Sekolah dan Karakter Islami Guru pada Sekolah Dasar Islam dan Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Gresik.”
Disertasi tersebut mengangkat isu yang sangat dekat dengan dunia pengabdian Aziz selama ini, yakni kepemimpinan kepala sekolah, kualitas kinerja guru, lingkungan sekolah, serta karakter Islami guru. Tema tersebut sekaligus mempertemukan dunia akademik dengan realitas pengelolaan pendidikan dasar yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas profesional dan pengabdiannya.
Ujian disertasi dipimpin oleh Prof Syamsul Bachri, SSi, MSc, PhD, selaku Direktur/Pemimpin Sidang sekaligus penguji bidang pendidikan. Dewan penguji juga terdiri atas Prof Dr Toto Nusantara, MSi, Prof Dr H Ibrahim Bafadal, MPd, Prof Dr Maisyaroh, MPd, Prof Dr Syamsul Hadi, MPd, MEd, Prof Dr Muntholib, SPd, MSi, serta Prof Dr Akhsanul In’am, MM, MPd, PhD dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai penguji tamu.
Bagi Aziz, ujian disertasi bukan sekadar tahapan administratif untuk memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang untuk mempertanggungjawabkan proses penelitian sekaligus menguji sejauh mana gagasan yang dibangun melalui penelitian dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan dasar.
Tema penelitian yang dibawa oleh Penanggung Jawab Quality Assurance SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik ini juga memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Kepemimpinan kepala sekolah, menurutnya, tidak hanya dituntut mampu menjalankan fungsi manajerial, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan guru, membangun lingkungan sekolah yang kondusif, dan menumbuhkan karakter yang mendukung terwujudnya pendidikan bermutu.
Karena itu, penelitian tentang pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap kinerja guru melalui lingkungan sekolah dan karakter Islami guru menjadi ikhtiar akademik untuk memahami keterkaitan berbagai faktor tersebut dalam konteks sekolah dasar Islam dan Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Gresik.
Dari Pengabdian Menuju Kontribusi Akademik
Perjalanan doktoral Aziz, selaku Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik juga menjadi bagian dari ikhtiar untuk terus mempertemukan pengabdian, pengalaman, dan kajian akademik dalam dunia pendidikan.
Sebagai pengelola pendidikan dan aktivis pendidikan Muhammadiyah, pengalaman berinteraksi dengan sekolah, kepala sekolah, guru, dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan menjadi ruang pembelajaran yang berharga. Pengalaman tersebut kemudian dipertajam melalui penelitian ilmiah, sehingga tidak berhenti sebagai pengalaman praktis, tetapi dapat diolah menjadi pengetahuan yang lebih sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Setelah dinyatakan lulus oleh Dewan Penguji, promotor Prof Dr Ibrahim Bafadal menyampaikan pesannya kepada promovendus di hadapan para undangan yang memenuhi ruang ujian. Wakil Rektor I UM tersebut menyampaikan pesan terkait potensi yang dimiliki promovendus, yakni kerangka berpikir.
“Kerangka berpikir yang bagus perlu ditingkatkan dengan membaca yang banyak dan segera memberikan dampak yang signifikan kepada masyarakat,” tuturnya.
Ujian disertasi pada akhirnya menjadi sebuah titik penting: bukan akhir dari proses belajar, melainkan salah satu gerbang menuju tanggung jawab akademik yang lebih besar.
Dari ruang seminar Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang, sebuah perjalanan panjang sedang dipertanggungjawabkan. Dan, sederet harapan kini diteguhkan oleh Dr M. Fadloli Aziz, SSi untuk mencerdaskan dan menguatkan karakter mulia anak bangsa, serta mencerahkan dunia pendidikan berkemajuan. (Zahwah Nayla A.)







