SIDOARJO (RadarJatim.id) — Ribuan warga sekolah menyatukan langkah dalam perayaan Puncak Pitulasan 2026. Sehingga lapangan dan koridor SMK Negeri 2 Buduran, mendadak berubah menjadi panggung kreativitas, pada (21/8/2026) pagi.
Mengusung tema “Bangkitkan Semangat Kemerdekaan, Satukan Hati dalam Kebersamaan”, perhelatan ini sukses mengobarkan euforia peringatan HUT RI ke-81 melalui kombinasi seni, budaya, dan keanekaragaman tema tiap jurusan.
Kemeriahan diawali dengan pergelaran Karnaval Seni yang disertai adu kreativitas kostum. Para guru, tenaga kependidikan, hingga murid tampil totalitas memperagakan ragam karakter, mulai dari busana adat Nusantara, dunia sinematik, hingga profesi.
Jurusan Akuntansi dengan tema Jumanji (Eksplorasi rimba dan petualangan), Desain Komunikasi Visual mengusung tema Pixar (Visualisasi karakter animasi populer), Bisnis Digital dengan konsep Game Action (Dunia gim dan laga modern), Manajemen Perkantoran mengusung tema Negeri Dongeng (Karakter fantasi dan klasik).
Termasuk juga jurusan Rekayasa Perangkat Lunak dengan tema Farm (Nuansa agraris dan kehidupan peternakan), dan Layanan Perbankan dengan konsep Profesi (Ragam seragam karya industri).
Selepas pawai karnaval mengitari rute yang ditentukan, panggung utama bergulir ke Pentas Budaya. Sesi ini dibuka secara memukau lewat peragaan fashion show dari jajaran guru dan tenaga kependidikan. Suasana kian semarak dengan deretan stan bazar UMKM yang menyajikan ragam makanan dan minuman.
Diakhiri dengan pembagian dorpize, penyerahan piala, dan hadiah perlombaan disambut sorak-sorai riuh para pemenang di akhir acara.
“Perayaan puncak hari ini menjadi muara dari rangkaian lomba antarkelas yang telah berlangsung sengit sejak 18 hingga 20 Agustus 2026,” ungkap Kepala SMK Negeri 2 Buduran Abdul Majid Hariadi.
Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap semangat seluruh warga sekolah. Karena kegiatan ini menjadi wadah untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan mengasah kreativitas murid.
“Melihat kekompakan antara guru dan murid hari ini, saya optimistis nilai kebersamaan ini akan terus terbawa dalam lingkungan belajar sehari-hari,” sampainya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaa, Abdullah Musafak, menyoroti kebebasan berekspresi yang ditampilkan para peserta.

Setiap jurusan mampu menerjemahkan tema kemerdekaan dengan cara yang sangat unik dan relevan dengan generasi muda.
“Rangkaian acara dari tanggal 18 Agustus hingga puncaknya hari ini berjalan lancar berkat kerja keras seluruh panitia, dan partisipasi aktif murid,” terang Pak Musyafak.(mad)







