SIDOARJO (RadarJatim.id) — Ribuan siswa dari kelas 10, 11, hingga 12 SMK Antartika 2 Buduran Sidoarjo secara khidmat mengikuti kegiatan bersholawat bersama-sama pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H, sekaligus peringati HUT ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dengan mengambil tema ‘Gema Sholawat’ pihak sekolah telah menghadirkan Habib Hadi Assegaf, diikuti sekitar 2.235 siswa dan para guru dan karyawan, telah dilaksanakan dengan penuh semangat, pada (21/8/2026) pagi di halaman sekolah.
Kepala SMK Antartika 2 Sidoarjo Retno Purwolistyorini, SE M M.Pd menuturkan, kalau kegiatan bersholawat ini merupakan bagian dari upaya pembiasaan karakter yang dilakukan secara berkesinambungan. “Sebelum bersholawat juga ada bacaan Asmaul Husna dan istighotsah,” tuturnya.
“Pembiasaan tersebut bertujuan untuk membangun motivasi dan budaya positif di lingkungan sekolah, sehingga para siswa dapat memanfaatkan waktu senggang mereka dengan kegiatan yang bermanfaat seperti bersholawat, ketimbang sekadar bermain gawai (smartphone),” tutur Bu Retno_sapaan akrabnya.
Melalui lantunan sholawat yang dikumandangkan oleh seluruh siswa, kami berharap para murid senantiasa mengingat ajaran, perintah, serta larangan agama. “Selain sebagai sarana doa yang mudah diamalkan oleh anak-anak, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi jalan bagi para siswa untuk mendapatkan syafaat,” harapnya.
Usai memimpin bersholawat, Habib Hadi Assegaf mengatakan kalau kegiatan bersholawat di lingkungan sekolah dinilai menjadi benteng efektif, karena bisa mengarahkan generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi global.
Makanya penting sekali merangkul gaya anak muda masa kini, agar tetap mau menjalankan ibadah dan bersholawat tanpa merasa terkekang. “Di zaman teknologi global seperti sekarang, kita ikuti pendekatan anak mudanya. Kita bawa dan ajak komunikasi agar bisa bersholawat bersama-sama, baik di rumah maupun di sekolah,” ajaknya.
Ia juga menegaskan bahwa peran pendidikan karakter dan spiritual tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada guru di sekolah. “Orang tua di rumah diharapkan tetap aktif mendampingi serta mengingatkan anak-anak untuk beribadah,” harapnya.
Gema Bersholawat yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat. Tak kurang dari 25 lantunan sholawat dibawakan secara kolaboratif bersama para siswa.

Menariknya, kegiatan sholawat ini juga dipadukan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya saat sesi Mahallul Qiyam. Menurutnya, keseimbangan antara kehidupan dunia, akhirat, dan rasa cinta tanah air adalah hal yang wajib dipupuk.
“Ibadah dunia dan akhirat harus seimbang. Selain itu, cinta tanah air hukumnya wajib. Makanya setelah Mahallul Qiyam, saat kita berdiri menyambut kehadiran Rasulullah, kita juga menyanyikan lagu Indonesia Raya,” tegas Habib Hadi Assegaf.(mad)







