GRESIK (RadarJatim.id) — Tim Siti Busyro dari Program Studi (Prodi) Teknik Konstruksi Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menorehkan prestasi yang layak diapresiasi. Proposal tim yang diketuai Rifqi Agus Hardianto dengan tiga anggota itu masuk 38 besar dan berhak masuk final Kontes Kapal Indonesia (KPI) 2026 yang diagendakan pada 13-17 September 2026 di Politeknik Negeri Bengkalis.
KPI 2026 diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dit Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI. Tahun ini, KKI memasuki yang ke-12 di Politeknik Negeri Bengkalis.
Dihubungi pada Sabtu (22/8/2026), Kepala Prodi Teknik Konstruksi Perkapalan FT UMG, Ir Hadi Suroso, MSc, mengungkapkan rasa syukurnya, bahwa mahasiswanya lolos ke babak final. Dikatakan, dari 268 proposal tim dari berbagai perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri yang masuk ke meja panitia Kemendikti, Tim Siti Busyro dari tim mahasiswa Prodi Teknik Konstruksi Perkapalan termasuk satu di antara 38 proposal dalam Kategori ROV.
Untuk kategori ROV ini, lanjutnya, Tim Mahasiswa Prodi Teknik Konstruksi Perkapalan yang diketuai Rifqi Agus Hardianto dan beranggotakan Muhammad Afif Ferdika, Jalis Adiyanto, Achmad Khuzein Alwi, dan dibimbing oleh Ka-Prodi Tekpal Fakultas Teknik UMG Ir Hadi Suroso, MSc berhasil melalui tahapan seleksi proposal, pengerjaan desain dan pembuatan prototipe, penilaian laporan kemajuan dan video, dan akhirnya berhasil menembus babak final. Rencananya, babak final berlangsung di Politeknik Negeri Bengkalis pada 13-17 September 2026.
Bertemakan “Garda Maritim Nusantara: Inovasi Teknologi Kapal Coast Guard yang Tangguh, Responsif, dan Mandiri untuk Kedaulatan Bangsa”, KKI 2026 ini melombakan 2 kategori, yaitu: (1) Inovasi Desain: Inovasi Desain & Konstruksi (IDK) dan Inovasi Sistem Permesinan dan Kelistrikan (ISPK); (2) Kategori Prototype: Autonomous Survace Vessel (ASV), Engine Remote Control (ERC), Fuel Engine Remote Control (FERC), dan yang Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV).
Misi prototipe yang harus dilakukan dalam babak final nanti adalah: (1) melakukan Object identification and navigation: ROV menyelam, menstabilkan posisi, dan melakukan scan QR code; (2) Grabbing object/payload: ROV mengambil payload menggunakan gripper; (3) Payload placement completion: ROV memindahkan payload ke gantungan/dinding sesuai QR code; (4) Surface docking dan payload release: ROV mengapung/docking pada sisi yang tepat dan menyelesaikan pelepasan payload secara autonomous atau remotely.
Dekan Fakultas Teknik UMG, Dr Misbah, mengatakan, kompetitor dalam babak final nanti dinilai cukup berat. Hal itu karena di antara para finalis itu ada kompetitor dari 18 PTN (termasuk ITS, PPNS, PPNS, Unair, UB, UGM, UI,) dan 5 PTS, termasuk UMM dan UMY.
“Ini merupakan mailstone penting dalam mewujudkan Prodi Teknik Konstruksi Perkapalan UM Gresik sebagai pusat pengembangan robotik bawah air,” ungkap Misbah. (har)







