SIDOARJO (RadarJatim.id) – Kontingen Gala Siswa Indonesia (GSI) SMP Kabupaten Sidoarjo bersiap melakukan evaluasi menyeluruh usai merampungkan perjuangan mereka di ajang GSI SMP Jawa Timur 2026, pada 31 Agustus hingga 3 September 2026 di Kota Batu.
Meski telah berjuang maksimal di kategori putra maupun putri, tim Sidoarjo harus puas mengakui keunggulan lawan-lawannya di babak-babak krusial.
Perjalanan tim putra Sidoarjo diawali dengan dinamika ketat di fase penyisihan grup. Setelah sempat menelan kekalahan tipis 0-1 dari Kota Mojokerto, mereka berhasil bangkit dan mengamankan kemenangan 2-1 saat meladeni Tulungagung.
Hasil ini membawa Sidoarjo melangkah ke babak semifinal. Namun, langkah mereka harus terhenti usai bertekuk lutut 0-3 dari Kota Surabaya, yang pada akhirnya keluar sebagai juara turnamen setelah menundukkan Kota Mojokerto 2-1 di partai final.
Sementara itu, persaingan sengit juga tersaji di kategori putri yang mempertemukan Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya. Pada pertemuan pertama, Sidoarjo harus mengakui keunggulan lawan setelah kalah telak 0-4.
Walau sempat bangkit dan meraih kemenangan 1-0 pada pertemuan kedua, Sidoarjo tetap harus merelakan gelar Juara 1 Putri kepada Kota Surabaya yang unggul agregat/selisih gol (4-1).
Melihat hasil tersebut, Manajer GSI SMP Sidoarjo, Indrajit Sugianto, menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan demi meningkatkan performa tim GSI supaya bisa bangkit seperti dulu, hingga juara nasional.
Poin evaluasi Tim Putra dan Tim Putri hampir sama meliputi kondisi fisik, yaitu peningkatan ketahanan fisik menjadi prioritas utama guna menunjang agresivitas pemain, baik dalam situasi bertahan maupun menyerang.
Juga soal penegakan disiplin, kehadiran pemain di setiap sesi latihan akan ditingkatkan. “Dan penguatan mental saat bertanding bisa menjadi fokus agar pemain lebih siap dan tangguh menghadapi tekanan di lapangan,” jelas Indrajit yang juga guru KKO SMP Negeri 2 Sidoarjo.

Disamping itu ada juga soal adaptasi lapangan, pemusatan latihan dan adaptasi venue pertandingan akan dirancang lebih matang, idealnya dimulai sejak H-7 sebelum laga resmi dimulai.
”Langkah evaluasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi GSI SMP Kabupaten Sidoarjo untuk tampil lebih matang dan berprestasi pada ajang-ajang berikutnya,” harap Indrajit, pada (4/9/2026) siang.(mad)







