SIDOARJO (RadarJatim.id) — Kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya menimpa santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Sidoarjo, beredar data meluas, bukan hanya SMA SMP, tetapi juga ada SD dan TK.
Sejumlah siswa dari belasan sekolah dan madrasah di sekitarnya turut terdampak, diantaranya:
SDN Gempolsari 1 sebanyak 7 siswa
MI Al Huda, ada 3 siswa
SDN Kalitengah 1 sebanyak 29 siswa
SDN Kalitengah 2 sebanyak 31 siswa
SMP Tri Bhakti sebanyak 9 siswa
SMA Tri Bhakti sebanyak 9 siswa
SMP Muhammadiyah 8 sebanyak 40 siswa
MTS Mambaul Hikam sebanyak 397 siswa
MA Mambaul Hikam sebanyak 271 siswa
RA Al Huda ada 2 siswa
TK DWP Gempolsari 1 ada 1 siswa
PAUD Mubsirak ada 2 siswa
TK Sakinah ada 2 siswa
KB Tirta Mulya ada 3 siswa
RA ABA Kalitengah 1 ada 1 siswa
TK Masyithoh ada 5 siswa
TK Dharma Wanita Kalitengah 1 ada 1 siswa
Jumlah keseluruhan, sebanyak 813 siswa dari 17 sekolah/madrasah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Ridho Prasetyo, S.S.T.P., M.A.P., membenarkan data sebaran siswa yang terdampak tersebut sama dengan data yang telah dilakukan jajarannya.
”Selain di Mambaul Hikam, siswa dari sekolah lain yang terdampak hanya mengalami gejala ringan. Mereka sudah dirawat di Puskesmas terdekat dan kondisi saat ini seluruhnya telah diperbolehkan pulang,” terang Ridho, pada (3/9/2026) sore.
“Selain santri Mambaul Hikam sangat minim ke RS, sakitnya ringan cukup ke Puskesmas terdekat,” jelasnya.
Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo hingga berita ini diturunkan belum memberikan respon atau keterangan resmi terkait meluasnya sebaran kasus dugaan keracunan tersebut.(mad)







