SIDOARJO (RadarJatim.id) — Masa purna tugas bukan menjadi alasan untuk berhenti berkarya untuk mengukir prestasi. Prinsip inilah yang dibuktikan oleh Dra. Hj. Mariya Ernawati, MM, mantan Kepala SMK Negeri 2 Buduran usai menjalani purna tugas belum lama ini.
Setelah mengabdi di dunia pendidikan dengan deretan prestasi tingkat kabupaten, provinsi, nasional hingga tingkat internasional. Ia kini terus aktif berkarya dan mendulang juara di tengah masyarakat, kini juga masih aktif sebagai Tim SLCC (Smart Learning and Character Center) PGRI Kabupaten Sidoarjo dan Wakil Larasdikdudi Jawa Timur.
Terbaru, Bu Mariya_panggilan akrabnya sukses menyumbang kemenangan besar bagi wilayahnya dalam rangkaian kegiatan bersih desa dan perayaan kemerdekaan di Desa Kepuhkiriman.

Puncaknya terjadi pada Minggu (6/9/2026) kemarin, dalam Karnaval Kreasi Maskot bertema “I Love Kepuhkiriman”. Berkat kontribusinya, RW 01 berhasil menyabet gelar Juara Umum.
Dalam kompetisi ketat yang diikuti oleh sekitar 90 peserta maskot dari 10 RW sewilayah Desa Kepuhkiriman tersebut, Bu Mariya dan tim RW 01 berhasil memborong berbagai penghargaan bergengsi.
Di antaranya, Juara 1 dan 2 kategori Maskot Individu. Juara 2 kategori Tim. Sebelumnya, rentetan prestasi juga telah diraih secara beruntun pada pergelaran bertema “Bunga Desa” (Minggu, 30 Agustus 2026) dengan menyabet Juara 1 lewat tema Dayak, serta Juara 1 pada tema Agustusan (23 Agustus 2026).
Saat ditanya mengenai resep rahasia di balik kemenangan beruntun ini, Bu Mariya menekankan pentingnya usaha keras, doa, dan kedisiplinan dalam mengikuti petunjuk teknis (juknis) lomba.
“Kalau mengikuti kompetisi harus benar-benar disiapkan secara maksimal, supaya meraih yang terbaik. Pelajari juknis terlebih dahulu. Jika ada penilaian kelompok, tim juga harus kompak dan serasi sesuai aturan,” ungkapnya pada (7/9/2026) siang.

Totalitas Bu Mariya juga terlihat dari aspek orisinalitas karya. Karena lomba maskot mewajibkan kreasi sendiri, ia secara detail mencetak seluruh dokumentasi proses pembuatan kostum tersebut dan menempelkannya langsung pada kostum yang dikenakan. “Langkah ini dilakukan menjadi bukti autentik yang memperkuat penilaian di mata dewan juri,” kata Bu Mariya memberikan resep.
Kemenangan besar RW 01 ini tidak lepas dari kekompakan seluruh anggota tim, mulai dari masa latihan hingga performa di hari penilaian. Melalui pencapaian ini, Bu Mariya berharap dapat menularkan energi positif kepada lingkungan sekitar.
“Semoga ini bisa memotivasi dan menginspirasi warga sekitar, utamanya generasi muda agar lebih giat dan semangat untuk berkarya, bersosialisasi, serta aktif mengikuti kegiatan sosial yang bermakna seperti Karang Taruna saat terjun di masyarakat,” harapnya.

Kesuksesan acara yang diikuti oleh 10 RW ini juga mendapat apresiasi tinggi. Warga berharap di bawah kepemimpinan Kepala Desa Kepuhkiriman saat ini, desa akan terus maju, semakin sukses, serta mampu menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, bahagia, dan sejahtera.(mad)








