GRESIK (RadarJatim.id) — Pelaksanaan Masa Taaruf (Mataf) mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Gresik (Maba UMG) dengan tema: Membangun Generasi Mahasiswa UMG Unggul, Berkemajuan dan Berdaya Saing Global” menghadirkan dua praktisi dari perusahaan global: PT Freeport Indonesia dan PT Saka Energi Indonesia sebagai narasumber. Mataf Maba yang digelar di Lapangan Utama Kampus 1 Jl. Sumatra 101 GKB Gresik itu berlangsung sangat meriah dan konstruktif.
Di hari pertama, 1 September 2026 lalu, acara yang dibuka langsung oleh Rektor UMG Prof Dr Khoirul Anwar, MPd itu, selain mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung bagi mahasiwa baru, rektor juga berpesan agar para Maba mengelola waktu secara efektif.
“Selamat datang dan selamat berproses bagi para Maba UMG, generasi penerus pembangunan dan calon pemimpin bangsa di berbagai bidang,” ungkap Prof Khoirul.
Rektor UMG juga menjelaskan, tagline UMG Unggul, Mandiri dan Islami hendaknya menjadi nilai-nilai yang dipahami dan menjadi driven bagi para mahasiswa baru UMG. Karena itu, ia minta mereka jangan ragu saat ini telah bergabung di kampus terbaik dan unggulan di Kabupaten Gresik.
Dikatakan, saat ini di UMG sudah ada 10 Prodi terakreditasi Unggul dan diyakini, tidak lama lagi akan terus bertambah hingga 100% Prodi di UMG menjadi Unggul. Hal ini menunjukkan, bahwa dari aspek tata kelola, proses pembelajaran, kualitas lulusan, prestasi mahasiswa dan dan kinerja dosen dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, sudah sejajar dengan Prodi-Prodi Unggul kampus lain yang ada di Indonesia.
Sementara Harunur Rosyid, ST, MKom, PhD, Wakil Rektor III UMG, menyatakan, pelaksanaan Mataf Maba tahun ini sengaja didesain dengan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi. Hal itu dilakukan guna membangun mindset para mahasiswa, bahwa peluang kerja terbuka lebar di daerah Gresik yang dikenal sebagai kota industri, selain kota santri.
“Kami berharap, Maba kami sudah mempersiapkan dirinya sejak awal dan mengetahui langsung dari sumber pelaku industri seputar kompetensi apa saja yang perlu dipersiapkan sejak dini,” ungkap Harun di kantornya, Senin (7/9/2026).
Di hari kedua kegiatan Mataf, panitia menghadirkan praktisi dari dua perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten Gresik. Pemateri Pertama, yakni Subali, SPV External Relation PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka Pangkah). Subali memotivasi para mahasiswa baru dengan materi Relevansi dan Peran Mahasiswa terhadap Dunia Usaha dan Dunia Industri di Era Industrialisasi.
“Industrialisasi terus tumbuh pesat di Kabupaten Gresik. Maka, para mahasiswa harus mempersiapkan dari awal terkait kompetensi apa yang harus dibutuhkan, baik hard skill maupun soft skill”.
Pemateri kedua, hadir Mauly Akbar Palembo, Manager Government Relation Smelting & Refining PT Freeport Indonesia. Setelah selesai mengenalkan company profle PT Freeport Indonesia, Mauly menyampaikan pentingnya kompetensi dan networking.
“Selain kompetensi yang dibutuhkan dalam menghadapi dunia kerja, para mahasiswa juga perlu membangun networking, bukan hanya dengan teman kuliah sejurusan, akan tetapi dengan mahasiswa Prodi lain. Selain itu, juga aktif berorganisasi guna membangun komnikasi dengan pihak eksternal dan perusahaan guna menambah relasi baru,” jelas Mauly.
Hari ketiga Mataf, diisi dengan pengenalan Organisasi Kemahasiwaan (Ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kampus yang ada di UMG. Pada sesi ini, mahasiswa baru mendapat penjelasan dari para pengurus Ormawa dan UKM agar aktif di kegiatan non-akademik. Selain aspek akademik, perkuliahan yang akan berkontribusi bagi soft skill mahasiswa dan akan bermanfaat bagi karier ke depannya. Hal ini terbukti banyak mahasiswa UMG yang sudah berhasil dalam berbagai kompetisi, baik tingkat nasional dan internasional, yang pada gilirannya mampu meraih kesuksesan karier masing-masing.
Ketua Panitia Mataf Maba UMG, Nur Cahyadi, SST, MM, mengungkapkan, jumlah peserta mataf sebanyak 1.077 mahasiswa baru. Sebagian mahasiswa baru belum ikut Mataf, karena pendaftaran Maba UMG masih dibuka hingga pertengahan September.
“Mataf saat ini bertujuan memperkenalkan kehidupan pembelajaran di kampus dan apa saja yang harus dilakukan para Maba ke depannya,” kata Yadi. (har)







