PAMEKASAN (RadarJatim.id) — Perencanaan menu dan penggunaan bahan bakar menjadi perhatian mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Abmas di Kabupaten Pamekasan, Madura. Melalui pengenalan aplikasi menu otomatis dan briket biomassa, tim KKN mendorong pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lebih efisien.
Program tersebut dilaksanakan bersama Dapur MBG SPPG Yayasan Abdul Mu’thi di Dusun Kebun, RT 002/RW 006, Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. Sosialisasi berlangsung pada Sabtu (22/8), melibatkan pengelola dapur dengan perwakilan mitra Juma’ati Elis Susanti, SH.
Program KKN tersebut diketuai Dafa Al Dhama bersama sembilan anggota. Kesembilan anggota KKN itu adalah: Iswa Izza Maulidsa, Nayla Najwa Filzah, Rindha Pradiva Arthaloka, Wulida Tsalis A’yuni, Gesit Wicaksono Sejati, Adya Arifin Rahman, Khonuri Salsabilla, Margaretha Pupus Ratu Wijaya, dan Akmal Unggul Dewantoro.
Pengembangan dan sosialisasi program mendapat pendampingan dari tim Abmas dosen yang diketuai Warlinda Eka Triastuti, SSi, MT
Ketua Tim KKN ITS, Dafa Al Dhama, menjelaskan, aplikasi yang diperkenalkan dirancang untuk membantu pengelola menentukan variasi menu sesuai kebutuhan gizi anak. Penyusunan rekomendasi hidangan juga mempertimbangkan ketersediaan komoditas pangan dari petani dan pasar lokal.
“Untuk mendukung perencanaan belanja, aplikasi dilengkapi informasi harga bahan pangan. Dengan fitur tersebut, pengelola dapat mempertimbangkan pilihan bahan makanan berdasarkan kebutuhan menu, ketersediaan pasokan, dan anggaran produksi,” ungkap Dafa, Rabu (9/9/2026).

Dijelaskan, penggunaan aplikasi ini diharapkan memudahkan pengelola menyesuaikan pembelian bahan baku dengan kebutuhan dapur. Perencanaan yang lebih terukur juga diharapkan dapat mengurangi bahan pangan yang terbuang sekaligus memperluas pemanfaatan komoditas lokal dalam penyediaan makanan bergizi.
Selain memperkenalkan aplikasi, tim KKN ITS mengenalkan briket biomassa sebagai alternatif bahan bakar untuk kegiatan produksi makanan. Pengenalan ini menjadi bagian dari upaya mendukung efisiensi energi dalam operasional dapur MBG.
Melalui kolaborasi dengan mitra dapur MBG, kegiatan ini diharapkan membantu pengelola menerapkan perencanaan menu dan penggunaan sumber daya yang lebih terukur. Pengalaman pelaksanaannya juga diharapkan menjadi bahan pengembangan pengelolaan dapur MBG di wilayah lain. (RJ2)








