SIDOARJO (RadarJatim.id) — Guna melatih kemandirian serta keterampilan fisik anak sejak dini, KB-TK Raudlatul Jannah 2 Sidoarjo telah menggelar kegiatan bertemakan “Ourselves” pada (9/9/2026) di Halaman KB-TK Raudlatul Jannah 2 di Kawasan Kahuripan Nirwana Sidoarjo.
Rangkaian kegiatannya dengan mengajak para siswa mempraktikkan langsung berbagai aktivitas rumah tangga yang sederhana, yang sehari-hari dilakukan di rumah tangga.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk memanfaatkan anggota tubuh sebagai karunia Allah secara optimal,” tutur Kepala KB-TK Raudlatul Jannah 2 Sidoarjo, Trisna Ayu Anugerah Laranti, S.Pd M.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajarkan berbagai praktik practical life atau keterampilan hidup sehari-hari yang biasa dilakukan di rumah bersama orang tua.

“Keterampilan yang dipraktikkan meliputi mencuci piring, mencuci baju hingga proses menjemur, melipat pakaian, hingga pengenalan cara menyetrika pakaian secara aman,” terang Ustadzah Trisna_sapaan akrabnya.
Ia jelaskan menjelaskan bahwa kegiatan ini diselaraskan dengan muatan dasar beriman, yaitu Birrul Walidain ( berbakti kepada kedua orang tua).
Diharapkan, setelah mempelajari riset dasar keterampilan tersebut di sekolah, anak-anak dapat lebih peka dan terbiasa membantu pekerjaan orang tua saat berada di rumah.
”Selain membangun sikap membantu orang tua, program ini dirancang untuk merangsang stimulasi motorik halus dan motorik kasar anak agar berkembang lebih baik, sekaligus membentuk mental anak yang mandiri dan tangguh,” harapnya.
Agar tidak terjadi kesalahpahaman, program ini sebelumnya juga telah disosialisasikan kepada para wali murid, melalui weekly plan pada pekan sebelumnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan, siswa diperkenankan mengenakan pakaian bermain bebas, dengan tetap menjaga ketentuan busana seperti penggunaan jilbab bagi siswa perempuan.
Meski sebagian orang tua sempat mempertanyakan bentuk teknis program practical life saat awal sosialisasi, pihak sekolah optimistis setelah melihat hasil praktik anak-anak hari ini, pemahaman dan dukungan orang tua terhadap program peningkatan kemandirian anak ini akan semakin menguat.
Wike Puspitasari salah satu orang tua mengaku pelatihan kemandirian bagi anak-anak dinilai penting untuk diterapkan sejak usia dini.
“Jadi saya sangat mendukung penuh program pembentukan karakter mandiri bagi anak-anak di era modern saat ini,” ungkapnya.
Wike menilai anak-anak masa kini perlu dibiasakan untuk melatih diri agar tidak bergantung pada orang lain, tanpa harus dipaksa. Orang tua cukup memfasilitasi minat dan keaktifan anak di rumah.
”Anak-anak zaman sekarang memang sudah harus dilatih mandiri. Kita tidak mengarahkan secara paksa, tapi kalau mereka ingin ikut membantu, kita sediakan ruangnya,” kata warga Kahuripan Nirwana ini.
Ia mencontohkan, ketika sedang menyetrika pakaian, sang anak, Aura Fatimah Azzahra sering kali ingin terlibat.

Wike pun menyiasatinya dengan memberikan mainan yang menyerupai alat rumah tangga asli agar sang anak bisa belajar sambil bermain secara aman.
Selain melatih kemandirian, aktivitas fisik dan pengenalan kegiatan rumah tangga ini diakui efektif untuk mengalihkan perhatian anak dari ketergantungan pada gawai (gadget).
”Iya benar, ini juga bisa mengurangi fokus anak agar tidak terlalu sering bermain HP. Jadi saya sangat mendukung program ini,” pungkasnya.(mad)







