KEDIRI (RadarJatim.id) — Pemerintah kembali menggelontorkan bantuan pangan beras dalam jumlah besar untuk mengantisipasi tekanan produksi dan harga pangan akibat musim kemarau, serta fenomena El Nino. Sebanyak 1 juta ton beras tambahan disiapkan untuk 33,2 juta penerima manfaat pada Oktober hingga Desember 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah memperhitungkan kondisi produksi pangan nasional selama musim kemarau.
“Karena musim kemarau, El Nino, produksi kita kemungkinan turun, maka kita tambah lagi 1 juta ton,” kata Zulkifli saat menghadiri penyaluran bantuan pangan di Balai Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Kamis (10/9/2026).
Setiap penerima akan memperoleh 10 kilogram beras per bulan. Dengan tambahan tersebut, bantuan untuk periode tiga bulan mencapai 30 kilogram per penerima. Kebijakan itu sekaligus menjadi langkah pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat di tengah potensi tekanan produksi.
Selain bantuan pangan, pemerintah menyiapkan tambahan 1 juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga Desember 2026. Beras tersebut akan dilepas ke pasar dengan harga sekitar Rp 12.000 per kilogram. Untuk daerah tertentu dengan biaya distribusi lebih tinggi, harga dapat mencapai sekitar Rp 12.500 per kilogram.
Zulkifli mengatakan, pasokan SPHP akan diperbanyak agar harga beras di pasar tidak melonjak.
“Kita banjiri pasar dengan beras SPHP supaya harga beras tetap terjaga,” ujarnya.
Enam bulan Bantuan
Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, mengatakan, bantuan pangan tersebut memberikan tambahan dukungan bagi masyarakat di tengah kebutuhan pangan yang terus berjalan. Menurut Dewi, masyarakat di Kabupaten Kediri akan merasakan manfaat bantuan tersebut selama enam bulan, terhitung dari alokasi Juli hingga Desember 2026.
“Musim-musim beras naik, pemerintah pusat memberikan bantuan beras. Jadi enam bulan itu lumayan membantu warga di Kabupaten Kediri,” kata Dewi.
Ia berharap, bantuan dari pemerintah pusat tersebut dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya penerima yang masuk dalam kelompok sasaran program.
Di Kabupaten Kediri, Bulog menyiapkan sekitar 7.542,326 ton beras untuk 251.412 penerima manfaat. Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan, untuk Kecamatan Ngasem terdapat sekitar 6.400 penerima. Sementara di Desa Gogorante, sekitar 400 penerima mendapatkan alokasi 12 ton beras.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga menyiapkan 150.000 ton jagung dengan harga di bawah pasar untuk membantu pelaku usaha mikro serta peternak ayam dan telur. Jagung menjadi salah satu komponen penting dalam pakan ternak. Karena itu, pemerintah berupaya menjaga pasokan dan harga bahan baku tersebut ketika produksi berpotensi terdampak kemarau.
Pemerintah juga akan melelang sekitar 380.000 ton beras yang mengalami penurunan mutu untuk kebutuhan industri tepung dan pangan olahan. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga pasokan bahan pangan sekaligus menekan tekanan harga di tengah risiko penurunan produksi akibat kondisi cuaca. (rul)








