SIDOARJO (RadarJatim.id) – Agar tidak terjadi perbautan radikal, hingga berbagaimacam tindakan bullying dikalangan remaja/pelajar. SMA Negeri 3 Sidoarjo telah mengedukasi siswanya tentang pencegahan radikalisme dan kekerasan ekstrim.
Acara ini dibuka langsung oleh Kepala SMA Negeri 3 Sidoarjo, Wiwik Tri Ernawati, S.Sos., M.H., serta menghadirkan Satuan Binmas Polresta Sidoarjo sebagai pemateri, pada (11/9/2026) pagi di Aula SMA Negeri 3 Sidoarjo.
Dalam sambutannya, Wiwik Tri Ernawati mengingatkan bahwa masa remaja di jenjang SMA merupakan fase krusial, terlebih di tengah derasnya arus informasi digital.
Menurutnya, tanpa sikap kritis, para siswa rentan terpapar narasi kekerasan, intoleransi, hingga pemikiran radikal.
“Kehadiran Bapak/Ibu dari Kepolisian hari ini adalah bentuk kasih sayang dan perlindungan nyata bagi kalian,” tuturnya.
Gunakan kesempatan ini untuk menyimak, belajar, dan bertanya. “Mari kita jaga sekolah ini agar tetap menjadi lingkungan yang aman, damai, dan saling menghargai perbedaan,” ajaknya.

Sementara itu, Kasat Binmas Polresta Sidoarjo, Kompol Inggit Prasetiyanto, menekankan pentingnya pembekalan karakter dan kesadaran hukum sejak dini demi mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.
“Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan memiliki kesadaran hukum yang baik, mampu menjauhi perilaku kenakalan remaja, tidak melakukan tindakan perundungan, maupun terlibat dalam penyebaran paham yang dapat membahayakan diri sendiri dan lingkungan,” tegas Kompol Inggit.
Selain pembekalan hukum, pihak kepolisian mendorong para siswa untuk menjadi agen perubahan dan mitra Polri. Siswa diimbau aktif menjaga keamanan di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal, termasuk berani melaporkan jika menemukan potensi gangguan Kamtibmas. (mad)








