GRESIK (RadarJatim.id) — Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur (Jatim) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Jatim menggelar aksi sosial Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara serentak di 38 kabupaten/kota. Pembukaan dimulainya pelaksanaan CKG dipusatkan di Kantor LDII Gresik, Jalan Wahidin Sudirohusodo, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan ini menyasar 40 ribu warga yang berada di sekitar pondok pesantren dan masjid di bawah naungan LDII.
Ketua DPW LDII Jatim, KH M. Amrodji Konawi, mengatakan, pelaksanaan CKG merupakan dukungan terhadap program pemerintah, khususnya gerakan masyarakat hidup sehat.
“Ini dilakukan agar warga bisa mengetahui kondisi kesehatannya. Setelah ini, kami berharap warga sadar untuk menjaga kesehatan,” katanya.
Dikatakan, pemeriksaan kesehatan secara gratis diharapkan meningkatkan kesadaran warga untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit. Menurut dia, jika pola hidup sudah bagus dan sehat, maka ibadahnya juga akan lancar.
BACA JUGA:
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, mengatakan, CKG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang perlu disukseskan secara bersama-sama dengan berbagai elemen masyarakat. Ia menilai, kolaborasi pemerintah dengan organisasi keagamaan melalui pendekatan “jemput bola” dapat membantu mempercepat jangkauan program CKG.
“Kadang masyarakat malas datang ke Puskesmas hanya untuk sekadar cek kesehatan. Kegiatan seperti ini bagus untuk mempercepat jangkauan CKG,” ujarnya.

Di Gresik, Sasar 700 Warga
Di wilayah Kabupaten Gresik, kegiatan CKG menyasar sekitar 700 warga dan jamaah LDII. Ketua DPD LDII Gresik, KH Khusnul Hamidi, mengatakan, setelah CKG ini, para peserta diharapkan bisa menjaga pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
“Target kami di Gresik ratusan orang ikut dalam pemeriksaan gratis. Ini juga menjadi bagian dari kampanye gerakan pola hidup sehat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik, Mukhibatul Khusnah, mengatakan, kolaborasi dengan organisasi keagamaan menjadi salah satu upaya memperluas akses layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Target kami sebanyak-banyaknya. Untuk kerja sama dengan LDII ini menyasar 700 warga, terbagi di kantor LDII 350 dan Ponpes Menganti 350,” ungkapnya.
Khusnah menyampaikan, saat ini penyakit dengan kasus tinggi di masyarakat di antaranya kanker serta penyakit metabolik, seperti hipertensi (HT), diabetes melitus (DM), penyakit jantung, stroke hingga gagal ginjal.
Karena itu, CKG menjadi salah satu upaya penting untuk melakukan skrining awal sekaligus mendorong masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
“Selain melakukan skrining awal melalui CKG, masyarakat juga perlu menerapkan pola hidup sehat, mulai dari menjaga pola makan, beraktivitas fisik, berpikir positif, hingga tidak merokok,” ujarnya. (har)








