SIDOARJO (RadarJatim.id) – Ratusan orang yang terdiri dari Pengurus Dewan Pimpinan Ranting (DPRT) Partai Nasional Demokrat (NasDem) se-Kecamatan Waru mengikuti Sekolah Pemimpin Restorasi yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai NasDem Kecamatan Waru.
Agus Fatria Zainuddin, Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Waru mengatakan bahwa kegiatan Sekolah Pemimpin Restorasi ini menjadi ruang kaderisasi sekaligus konsolidasi untuk memperkuat pemahaman ideologi, semangat restorasi Indonesia serta soliditas struktur partai hingga tingkat akar rumput.
“Sekolah Pemimpin Restorasi dirancang bukan sekadar sebagai forum pertemuan antar pengurus. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses party building agar setiap kader memahami bahwa politik harus memiliki arah perjuangan yang jelas dan berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat,” kata Agus disela-sela kegiatan di Kantor DPC NasDem Kecamatan Waru, Sabtu (12/9/2026) malam.
Para pengurus DPRT Partai NasDem didorong untuk semakin memahami kondisi sosial dan politik dilingkungannya masing-masing, membangun kedekatan dengan masyarakat, menyerap aspirasi serta menjadikan struktur partai sebagai jembatan perjuangan kepentingan rakyat.
Menurut Agus bahwa pesan utama yang dibangun dalam kaderisasi tersebut, yaitu politik pada akhirnya harus bermuara pada kebermanfaatan. Politik bukan hanya berbicara mengenai kekuasaan dan kontestasi, tetapi tentang bagaimana kekuasaan politik digunakan untuk memperjuangkan kesejahteraan, menghadirkan keadilan serta memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat.
Untuk itu, penguatan struktur harus dibangun bersamaan dengan tumbuhnya rasa memiliki terhadap partai. Dan, Partai NasDem harus menjadi rumah yang terbuka bagi kader dan masyarakat umum.
“NasDem adalah rumah kita bersama. Dirumah inilah kita belajar, bertumbuh, saling menguatkan dan bergerak bersama. DPRT merupakan keluarga, sekaligus akar kekuatan partai yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, rumah ini harus kita jaga bersama dan kita hadirkan sebagai tempat masyarakat menyampaikan aspirasi serta mencari jalan keluar atas persoalannya,” sampainya.
Agus berharap Sekolah Pemimpin Restorasi dapat melahirkan pengurus DPRT NasDem yang tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan membaca kebutuhan masyarakat diwilayahnya masing-masing.
Muh. Zakaria Dimas Pratama, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Sidoarjo menambahkan bahwa kaderisasi menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan politik yang berkelanjutan.
Kekuatan sebuah partai politik tidak cukup diukur dari banyaknya atribut ataupun ramainya kegiatan politik. Kekuatan sesungguhnya terlihat dari seberapa kokoh struktur partai, seberapa dekat kader dengan masyarakat dan seberapa besar manfaat yang mampu diberikan.
“Kita ingin membangun kader yang memahami, mengapa dirinya berada di Partai NasDem dan untuk apa kita berpolitik. Gerakan Perubahan dan Restorasi Indonesia harus diterjemahkan menjadi kerja nyata. Politik bagi kami adalah jalan kebermanfaatan, jalan untuk memperjuangkan pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, infrastruktur, ekonomi masyarakat dan kesejahteraan rakyat,” terang Zakaria Dimas.
Maka dari itu, anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo itu menekankan bahwa pengurus DPRT Partai NasDem mempunyai posisi strategis, karena menjadi struktur partai yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ia berharap Sekolah Pemimpin Restorasi menjadi proses berkelanjutan untuk melahirkan kader-kader yang memiliki kemampuan organisasi, kepemimpinan, kepekaan sosial serta pemahaman politik yang kuat.
“DPRT harus mampu membaca lingkungannya. Siapa masyarakat yang membutuhkan pendampingan, apa persoalan sosialnya, apa aspirasinya dan apa yang bisa kita perjuangkan bersama. Jangan hanya hadir ketika momentum politik datang! Kader NasDem harus hadir, ngayomi dan ngopeni masyarakat dalam keseharian,” tegasnya.
Sementara itu, Lita Machfud Arifin, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Timur (Jatim) meminta para kadernya agar tidak berhenti pada konsolidasi internal, tetapi terus bergerak memperkuat akar dan rumpun Partai NasDem ditengah-tengah masyarakat.
Ia menekankan pentingnya kader memahami kondisi sosial-politik dilingkungan masing-masing. Pengurus ditingkat ranting merupakan mata dan telinga sekaligus ujung tombak perjuangan partai, karena berhadapan langsung dengan dinamika kehidupan masyarakat.
“Kekuatan Partai NasDem berada pada kader-kader yang terus bergerak ditengah masyarakat. Perkuat akar kita, rawat rumpun kita, kenali lingkungan kita dan dengarkan masyarakat. Kita harus solid, saling menjaga dan saling membesarkan. Karena Gerakan Perubahan tidak mungkin dikerjakan sendiri-sendiri, tetapi harus menjadi gerakan bersama,” pinta Lita dihadapan kader Partai NasDem Kecamatan Waru.
Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) itu mengajak seluruh kader menjaga kekompakan dan menjadikan perbedaan latar belakang sebagai kekuatan untuk memperluas gerakan politik NasDem.
“Kader harus memahami kondisi sosial masyarakat di sekitarnya. Politik tidak boleh jauh dari kehidupan rakyat. Ketika masyarakat memiliki persoalan, kader harus hadir. Ketika ada aspirasi, kader harus mendengar. Dan ketika ada sesuatu yang bisa diperjuangkan, struktur partai harus bergerak bersama,” ujarnya.
Melalui Sekolah Pemimpin Restorasi ini, Partai NasDem Kecamatan Waru menargetkan terbentuknya struktur DPRT yang semakin solid, ideologis dan memiliki kemampuan membaca kondisi sosial-politik masyarakat.
Kaderisasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan struktur Partai NasDem Sidoarjo dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa dan kelurahan. Dengan struktur yang semakin terkonsolidasi, NasDem ingin menjadikan Gerakan Perubahan – Restorasi Indonesia bukan sebatas slogan politik, melainkan gerakan yang tumbuh dari akar rumput dan diwujudkan melalui kebermanfaatan bagi masyarakat. (mams)








