SIDOARJO (RadarJatim.id) — Potensi produktivitas sektor perikanan di Kabupaten Sidoarjo mencatatkan pertumbuhan yang relatif stagnan dalam tiga tahun terakhir (2023–2025). Meskipun demikian, tren produksi dari berbagai media budidaya, seperti tambak, kolam, sawah, hingga keramba, masih berada di angka yang tergolong stabil.
Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo, total produksi perikanan pada tahun 2023 mencapai 107,9 ton. Angka ini sempat mengalami kenaikan pada tahun 2024 menjadi 109,4 ton, sebelum akhirnya mengalami penurunan pada tahun 2025 menjadi 100,7 ton. Penurunan tersebut dinilai masih relatif wajar dan stagnan di kisaran angka rata-rata di atas 100 ton lebih per tahun.
Komoditas ikan bandeng dari sektor tambak masih menempati posisi teratas dan mendominasi produktivitas perikanan di wilayah Sidoarjo, di tahun 2023 mencapai 35,2 ton, tahun 2024 mencapai 35,3 ton dan di tahun 2025 sebanyak 35,1 ton.
Menyusul di posisi berikutnya, komoditas ikan nila dan lele juga mencatatkan angka yang lumayan signifikan.
Ikan Nila, mencapai 15,5 ton (2023), naik ke 15,7 ton (2024), dan berada di angka 13,8 ton (2025). Ikan Lele mencapai 2,3 ton (2023), melonjak ke 25,1 ton (2024), dan tercatat 22,3 ton (2025).
Meski Sidoarjo dikenal luas sebagai Kota Udang, tren produksi komoditas udang tercatat belum seunggul produksi ikan bandeng. Untuk Udang Windu, mencatatkan produksi 4 ton (2023), 4 ton (2024), dan menurun ke 3,7 ton (2025). Udang Vaname mencapai 5,8 ton (2023), naik tipis menjadi 5,9 ton (2024), dan berada di angka 5,5 ton (2025).

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Yunan Khoiron, S.Sos M.Si menyampaikan bahwa terdapat banyak varietas ikan dan biota air yang tumbuh dengan baik di wilayah Sidoarjo.
“Selain bandeng (termasuk bandeng windu), terdapat pula udang putih, udang api-api, udang rebon, mujair, kakap putih, keting, hingga kepiting,” jelasnya pada (15/9/2026) siang.(mad)








