SIDOARJO (RadarJatim.id) Ir.H.Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol (BHS), anggota MPR RI yang juga Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra menggelar sosialisasi empat pilar MPR RI. Kegiatan yang diikuti ratusan peserta ini digelar di salah satu hotel di Sidoarjo, Selasa (15/9/2026).
Dalam kesempatan itu dihadirkan pakar Empat Pilar MPR RI dari Dosen FISIP sekaligus pengajar Magister Ilmu Politik (M.I.Pol.) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), Dr. Darsono.
Dr. Darsono, mengapresiasi konsistensi BHS dalam menggelar sosialisasi empat pilar. Dikatakan bahwa kegiatan tersebut semakin penting di tengah era digital yang memunculkan disrupsi sosial politik cukup besar.
“Sosialisasi empat pilar oleh anggota MPR RI merupakan sesuatu yang sangat penting. Apalagi di era digital seperti sekarang, terjadi disrupsi sosial politik yang luar biasa,” kata Dr. Darsono.
Lebih lanjut disampaikan, para peserta sosialisasi yang terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat memiliki peran penting untuk meneruskan pemahaman yang diperoleh kepada lingkungan masing-masing.
Mulai dari keluarga hingga masyarakat di sekitarnya. Dengan begitu, nilai-nilai kebangsaan tidak berhenti di ruang sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dan disebarluaskan di tengah masyarakat.
Pihaknya berharap para tokoh masyarakat yang hadir dapat menjadi penyambung pesan kebangsaan, sehingga masyarakat semakin kuat menghadapi derasnya informasi digital dan tidak mudah terpecah akibat hoaks.
“Harapannya, hasil sosialisasi ini akan dibawa ke lingkungan mereka masing-masing, mulai dari keluarga, masyarakat di sekitarnya. Ini akan menjadi sesuatu yang sangat penting untuk kelangsungan berbangsa dan bernegara kita hari ini,” pungkasnya.
Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol, anggota MPR yang juga DPR RI ini menegaskan kegiatan sosialisasi 4 pilar MPR RI ini rutin dilaksanakan.
“Kami melakukan sosialisasi empat pilar ini. Dari sosialisasi ini kami masukkan kondisi yang sebenarnya daripada pemerintah yang sudah memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” kata BHS.
Politisi dari Dapil Sidoarjo-Surabaya ini menerangkan bahwa sosialisasi tersebut merupakan kewajiban anggota DPR RI yang juga menjalankan tugas sebagai anggota MPR RI sesuai UU Nomor 17 Tahun 2014.
“Di sosialisasi empat pilar kan kita walaupun berbeda-beda tapi tetap kita bersatu untuk kepentingan NKRI. Ini sama seperti yang ada di MBG yang didalamnya ada semangat kebersamaan, dan gotong royong,” tegas BHS.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi generasi muda. Program andalan pemerintah tersebut juga dianggap menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat.
Disampaikan BHS, MBG memiliki semangat yang sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan. Salah satunya adalah kebersamaan tanpa membedakan latar belakang masyarakat.
“Karena banyak masyarakat yang suka sebenarnya terhadap MBG ini. Tidak hanya masyarakat kelas bawah, tapi juga kelas atas,” terangnya.
Dalam program MBG, siswa dari berbagai kalangan mendapatkan makanan bergizi dengan standar yang sama. Kondisi tersebut dinilai dapat menumbuhkan rasa kebersamaan sekaligus mengurangi sekat sosial.
Keberlanjutan program MBG dinilai penting karena tujuan utamanya bukan sekadar memberikan makanan, melainkan meningkatkan kualitas gizi generasi muda.
“Tujuannya adalah untuk peningkatan gizi generasi muda kita. Itu maka MBG harus dilanjutkan,” tegasnya.
BHS juga menekankan pentingnya sosialisasi empat pilar MPR RI di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, masyarakat harus memiliki pemahaman yang kuat mengenai nilai-nilai kebangsaan agar tidak mudah terpengaruh informasi palsu atau hoaks. Sosialisasi empat pilar, lanjut BHS, menjadi salah satu upaya agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum tentu benar. (RJ1)








