SIDOARJO (RadarJatim.id) Para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) bidang pengelasan dan pendingin udara atau AC di Kabupaten Sidoarjo didorong untuk naik kelas. Salah satu upaya ini dilakukan dengan mengajak para pelaku IKM ini mengikuti pelatihan hingga penyesiapan modal usaha dengan bunga rendah.
Wujud nyata agar pelaku IKM ini naik kelas dengan mengajak 260 pelaku IKM mengikuti bimbingan teknis dan pelatihan yang merupakan hasil sinergi Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI. Program ini diarahkan untuk membuka lebih banyak peluang tumbuhnya wirausaha baru sekaligus mendorong pelaku usaha yang sudah berjalan agar mampu naik kelas.
Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Ir.H.Bambang Haryo Soekartono,M.I.Pol (BHS) mengatakan kegiatan bintek ini merupakan bagian dari upaya Komisi VII mendorong Kemenperin memperkuat pendampingan terhadap pelaku usaha di daerah, khususnya di wilayah daerah pemilihannya, Surabaya-Sidoarjo.
“Kami berharap mereka menjadi wirausaha baru yang potensial dan berkualitas. Dengan bertambahnya wirausaha, ekonomi akan tumbuh dan serapan tenaga kerja semakin baik,” ujar BHS seusai membuka kegiatan bimtek IKM Las dan AC, Jumat (11/9/2026).
Lebih lanjut disampaikan, Selain kewirausahaan dan manajemen usaha, peserta mendapatkan pembekalan mengenai akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), serta strategi pemasaran.
Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini menambahkan perkembangan peserta tidak berhenti setelah kegiatan pelatihan selesai. Pemantauan akan dilakukan bersama Disperindag Sidoarjo untuk melihat sejauh mana pembekalan yang diberikan dapat diterapkan dan mendorong keberlanjutan usaha.
Direktur IKM Pangan, Furniture, dan Bahan Bangunan Kemenperin RI, Afrizal Haris, mengatakan, pengembangan wirausaha menjadi salah satu fokus pemerintah. Karena itu, materi pelatihan dirancang tidak hanya untuk memberikan pengetahuan dasar berwirausaha, tetapi juga mengenalkan berbagai akses yang dapat dimanfaatkan pelaku IKM.
“Sekarang memang fokus untuk penumbuhan wirausaha baru. Materinya merupakan paket lengkap, mulai dari kewirausahaan, KUR, hingga success story pelaku usaha,” kata Afrizal.
Pelatihan tersebut bukan menjadi tahap akhir. Pemerintah masih memiliki sejumlah program lanjutan yang dapat dimanfaatkan pelaku IKM sesuai kebutuhan usahanya. Salah satunya melalui program restrukturisasi mesin bagi pelaku IKM yang membutuhkan peningkatan peralatan produksi. Termasuk Kemenperin menyediakan fasilitasi sertifikasi untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Sementara itu, Kepala Disperindag Sidoarjo Eni Rustianingsih mengatakan penguatan IKM ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang menargetkan 150 UKM naik kelas.
Menurutnya, kolaborasi antara DPR RI, pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar pelaku usaha tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga memperoleh solusi ketika menghadapi kendala permodalan, legalitas, maupun pengembangan usaha.
“Harapannya, yang tidak bisa menjadi bisa, yang membutuhkan dana mendapat akses, kemudian yang belum memahami sistem perizinan juga mendapatkan pendampingan,” pungkasnya. (RJ1)








