SIDOARJO (RadarJatim.id) – Satu lagi cara berbeda ditunjukkan SD Khazanah Ilmu Wage Taman Sidoarjo dalam menggelar Outdoor Learning (ODL) tahun ini. Tak sekadar jalan-jalan atau belajar di luar kelas, para murid diajak menyelami khazanah keorganisasian Islam dan memupuk nilai moderasi beragama melalui kunjungan langsung ke kantor dua ormas Islam terbesar di Indonesia.
Mereka diajak berkunjung ke Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur pada (9/9/2026) dan Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, pada (16/9/2026).
Melalui agenda ini, para siswa diajak untuk melihat, mendengar, berdialog, hingga menyerap pelajaran langsung mengenai sejarah, nilai perjuangan, serta kontribusi nyata Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama bagi bangsa.
Kepala SD Khazanah Ilmu, Mohamad Rojii, M.Pd., menegaskan bahwa pengenalan terhadap dua tradisi besar Islam di Indonesia ini, bertujuan memperluas wawasan keagamaan siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang dewasa dalam menyikapi perbedaan.
“Salah satu ikhtiar yang kami bangun di SD Khazanah Ilmu adalah memberikan pendidikan keagamaan yang membuka wawasan kemoderatan dan persatuan kepada murid,” jelasnya pada (19/9/2026) siang.
“Dengan memahami sejarah, tujuan, kontribusi, dan keunikan masing-masing organisasi, kami berharap anak-anak ini ke depan tumbuh menjadi generasi Islam yang mampu menjadi pemersatu, bukan generasi yang saling bertengkar, bermusuhan, dan bercerai-berai hanya karena berbeda warna baju organisasinya,” jelas Ustad Rojii_sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, program ini sama sekali tidak mengarahkan siswa pada pilihan organisasi tertentu. “Fokus utamanya adalah menanamkan kesadaran bahwa perbedaan tradisi maupun pemikiran merupakan bagian dari dinamika Islam di Indonesia yang harus dihormati,” tegasnya.
Lewat pembelajaran kontekstual ini, SD Khazanah Ilmu ingin menanamkan pesan penting bahwa menjadi seorang muslim, bukan hanya soal menguasai ilmu agama, tetapi juga tentang bagaimana hidup berdampingan secara damai dan menjaga persaudaraan.
“Pengalaman ODL ke PWM Jatim dan PWNU Jatim ini diharapkan menjadi bekal karakter bagi para murid agar tumbuh menjadi generasi yang inklusif, mencintai agama dan tanah air, serta memandang keberagaman sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan,” harap Ustad Rojii.(mad)








