SIDOARJO (RadarJatim.id) — Dalam upaya mendorong terwujudnya pendidikan, pelajaran matematika yang lebih adaptif, interaktif, dan kontekstual, tim dosen dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bekerja sama dengan Universitas PGRI Delta (Unipda) Sidoarjo menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Madani Sidoarjo.
Program PkM yang diketuai oleh Dr. Lestariningsih, M.Pd. dari Unesa ini berlangsung selama 8 bulan, mulai April hingga November 2026 mendatang. Fokus utamanya adalah membekali para guru kelas I hingga VI dengan keterampilan merancang media pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal, teknologi digital, dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
“Program Pengabdian ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2026, dan termasuk dalam skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat,” jelasnya.
Ia terangkan, pada tahap awal pelatihan yang dimulai sejak Mei dan Juni 2026, para guru diajak untuk memetakan potensi lokal di Kabupaten Sidoarjo.
Pemateri dari Universitas PGRI Delta, Anggra Lita Sandra Dewi, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya memanfaatkan konteks lingkungan sekitar peserta didik.
Melalui materi ini, guru-guru diajak mentransformasikan potensi lokal seperti industri bandeng, aktivitas pasar, hingga UMKM Sidoarjo menjadi bahan ajar numerasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Selain itu, para peserta juga dilatih mengembangkan aktivitas matematika interaktif menggunakan platform Wordwall.
Menurut Dr. Lestariningsih pada (23/9/2026) siang, memasuki bulan Agustus 2026, pelatihan dilanjutkan dengan fokus pada pembuatan media digital interaktif berbasis Flipbook serta pemanfaatan teknologi Generative AI.
“Untuk sesi khusus mengenai AI dibawakan oleh Ike Fitriyaningsih, M.Si. dari Unesa. Pada sesi ini, para guru diajarkan teknik prompting serta penggunaan ChatGPT dan Canva AI,” kata Dr. Lestariningsih.
Menariknya, salah satu produk media pembelajaran matematika yang berhasil diciptakan oleh para guru mengangkat materi bangun datar dengan memanfaatkan struktur Candi Sumur dan Candi Pari, dua peninggalan bersejarah di Sidoarjo, sebagai representasi kearifan lokal.
Ike menambahkan bahwa pemanfaatan AI dalam pendidikan tetap memerlukan peran aktif guru. “Hasil dari AI harus melalui validasi, evaluasi, dan penyempurnaan agar sesuai dengan tujuan pembelajaran serta akurasi konsep matematika,” tambahnya.
Program kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengajar para guru, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:
SDG 4 (Quality Education): Meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi dan inovasi media pembelajaran.
SDG 5 (Gender Equality): Mendorong kesetaraan peluang pengembangan diri.
SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure): Mendorong penerapan inovasi teknologi digital (seperti Wordwall, Flipbook, ChatGPT, dan Canva AI) dalam dunia pendidikan.
SDG 17 (Partnerships for the Goals): Memperkuat sinergi antara perguruan tinggi (Unesa dan Universitas PGRI Delta) dengan sekolah dasar (SDIT Madani Sidoarjo).
Jadi program PkM ini, diharapkan para guru SDIT Madani Sidoarjo tidak hanya bertindak sebagai pengguna teknologi, melainkan mampu menjadi pencipta media pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan kontekstual.
“Dengan demikian, siswa dapat menikmati pengalaman belajar matematika yang lebih menyenangkan sekaligus siap menghadapi tantangan era digital di masa depan,” harap Dr. Lestariningsih.(mad)








