SURABAYA (RadarJatim.id) – Kemudahan berbelanja melalui platform digital dan maraknya promosi di media sosial membuat keputusan belanja rumah tangga semakin mudah dilakukan. Di sisi lain, kemudahan tersebut dapat menjadi tantangan ketika pembelian dilakukan tanpa perencanaan dan tidak dibedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Persoalan tersebut menjadi perhatian tiga dosen Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Teknologi Digital Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FEBTD Unusa), masing-masing Dr. Hidayatul Khusnah, S.Pd., M.Sc, Luluk Khoiriyah, S.E., M.SA, dan Novalina Arifianti, S.A., M.S.Ak beserta lima mahasiswa mereka. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bagi ibu-ibu PKK Desa Kedungrejo, Kec. Waru, Kab. Sidoarjo, persoalan tersebut menjadi topik bahasan menarik.
Mengangkat tema “Peningkatan Kesejahteraan Keuangan Keluarga melalui Literasi dan Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga untuk Mengatasi Perilaku Konsumtif pada Ibu-Ibu PKK Desa Kedungrejo, Waru, Sidoarjo”, kegiatan digelar di Balai Desa Kedungrejo, dan diikuti puluhan anggota PKK.
Fokus kegiatan bukan sekadar mengenalkan konsep literasi keuangan, tetapi membantu peserta melihat kembali bagaimana uang keluarga diperoleh, dibelanjakan, dan direncanakan untuk kebutuhan mendatang.
Butuh atau Ingin?
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari menyusun anggaran rumah tangga, mencatat arus kas sederhana, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga mengendalikan perilaku konsumtif.
Kemudahan pembayaran digital dan promosi di media sosial menjadi salah satu konteks yang dibahas. “Ketika transaksi dapat dilakukan hanya dengan beberapa sentuhan pada telepon genggam, kemampuan membuat keputusan keuangan secara sadar menjadi semakin penting,” kata Ketua Tim Pengmas, Dr. Hidayatul Khusnah, S.Pd., M.Sc
Materi disampaikan secara interaktif dengan m enggunakan berbagai contoh kasus yang dekat dengan pengalaman peserta. Dengan pendekatan tersebut, literasi keuangan tidak berhenti pada pemahaman istilah, tetapi diarahkan agar dapat diterapkan dalam pengelolaan keuangan keluarga.
Dikatakan, peserta juga melakukan praktik menyusun anggaran bulanan berdasarkan kondisi keuangan keluarga masing-masing. “Dari simulasi tersebut, mereka diajak mengidentifikasi pengeluaran yang dapat ditekan, menentukan kebutuhan prioritas, serta menyusun target menabung untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.”
Diskusi berlangsung interaktif. Peserta berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengatur pengeluaran keluarga di tengah meningkatnya kebutuhan hidup.
Dana Darurat
Tim dosen juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan keuangan yang lebih sehat, antara lain melalui pencatatan pemasukan dan pengeluaran, penentuan skala prioritas, menabung, serta menyiapkan dana darurat.
Kemampuan tersebut diharapkan membantu keluarga memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi keuangannya sehingga keputusan pengeluaran tidak semata-mata didasarkan pada keinginan sesaat.
Dengan pengelolaan yang lebih terencana, kata Hidayatul Khusnah menambahkan, keluarga diharapkan dapat mengurangi pengeluaran konsumtif sekaligus membangun ketahanan finansial untuk menghadapi kebutuhan yang tidak terduga maupun tujuan keuangan di masa depan.
Kegiatan ini juga menempatkan ibu-ibu PKK bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam pengelolaan keuangan sehari-hari dan diteruskan kepada anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.
Bagi Unusa, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya berperan menghasilkan pengetahuan, tetapi juga membawa pengetahuan tersebut agar dapat menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
Tiga dosen dan mahasiswa itu berharap, melalui literasi dan pengelolaan keuangan rumah tangga, Unusa dapat mendorong keluarga di Desa Kedungrejo untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih terencana, bijak dalam menentukan prioritas, dan semakin mandiri secara ekonomi. (rio)








