SIDOARJO (RadarJatim.id) — Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana SAP melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap progres pembangunan RSUD Sedati pada Jumat
(25/9/2026).
Dalam Sidak tersebut, diwarnai teguran tegas oleh Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayanya, terkait keberadaan dan kondisi musholla yang lokasinya ‘nylempit’. “Saya minta tempat ibadah diprioritaskan dan bebih bagus dari pada raung direktunya,” tegas Mimik sambil berjabat tangan dengan pemborongnya. ‘Janjinya ya’ pintanya.
Tempat ibadah yang terletak di posisi ‘memprihatinkan’ dan dinilai terlalu sempit membuat Mimik Idayana meminta penataan ulang, agar fasilitas ibadah lebih terjamin, bersih, dan nyaman bagi para pasien dan keluarga pasien.
Dalam peninjauan tersebut, lokasi musholla yang berada di bagian belakang dan terlihat terhimpit menjadi sorotan utama. Tempat ibadah yang hanya berukuran sekitar 6 x6 meter tersebut dianggap kurang memadai untuk menampung kebutuhan pasien serta keluarga yang sedang berikhtiar mencari kesembuhan.
”Ini pusatnya orang sakit yang butuh berdoa, tapi tempat ibadahnya malah disempitkan. Seharusnya saat membangun, dipikirkan dulu tempat ibadahnya. Jangan tempat ibadah dicap sekadarnya. Orang sakit di sini ingin cepat sembuh, salah satunya lewat doa,” tegasnya di hadapan jajaran pengelola dan pihak pemborong/kontraktor proyek.
Secara eksplisit, instruksi diberikan agar tempat ibadah dijadikan prioritas utama pembangunan dengan fasilitas yang bersih, ber-AC, serta menggunakan material yang nyaman seperti granit.
”Saya tidak mau tahu, saya minta prioritas musholla dibuat sebagus mungkin. Ruang direktur boleh bagus, tapi tempat ibadah ini harus jauh lebih bagus,” pintanya.
Pihak penanggung jawab proyek berjanji akan menindaklanjuti arahan tersebut dengan memindahkan lokasi musholla ke area yang lebih luas di lantai atas, serta meningkatkan kualitas material bangunan demi kenyamanan jamaah dan pelayanan yang lebih humanis.(mad)








