SURABAYA (RadarJatim.id) – Pameran tunggal perdana yang dihelat oleh seniman muda Malya Sasmaya (17 tahun) tak hanya menarik perhatian para pengunjung yang memadati Galeri Merah Putih, Balai Pemuda Surabaya, tempat berlangsungnya pameran. Pameran ini juga menyedot perhatian Nirwan Dewanto, budayawan yang dikenal sebagai kurator gaek dan pelaku seni rupa, penyair, penulis esai kritik sastra, aktor, dan aktivis budaya nasional.
Secara khusus ia hadir di Galeri Merah Putih untuk menyaksikan langsung karya-karya Malya. Ia juga mengapreasi karya kreatif anak didik Sanggar DAUN itu, termasuk terkait berbagai prestasi yang diraih, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Meski demikian, Nirwan tak mau memberikan wejangan kepada Malya yang dinilai aktif dalam melahirkan karya seni rupa ini. Ia memilih “membiarkan” dan memberikan ruang seluas-luasnya kepada Malya untuk terus berkembang.
“Biarkan Malya berkembang sesuai bakatnya. Dia tahu bagaimana “mempergunakan” warna, terutama warna monokrom pada bidang lebar,” ujar Nirwan.
Nama Malya sebelumnya telah dikenal lewat berbagai prestasi internasional. Di antaranya, Gold Medal Youth for Human Rights International, Gold Medal The Small Montmartre of Bitola Macedonia, pameran di Look and Learn Gallery London, hingga ARTJOG KIDS yang pertama tahun 2023. Pameran di Galeri Merah Putih kali ini bisa dibilang sebagai titik balik yang paling personal.
Pameran tunggal perdana Malya yang diinsiasi oleh Sanggar DAUN ini bertajuk “Dialog Batik Madura”, berlangsung Galeri Merah Putih, Balai Pemuda Surabaya, pada 26 September hingga 1 Oktober 2026. Pembukaan pameran dilakukan oleh Hidrochin Sabaruddin, sejarahwan Bangkalan, Madura, Sabtu (26/9/2026). Setelah sesi pembukaan, pameran dibuka setiap hari pukul 10.00 – 21.00 WIB, gratis.
“Orang selevel Mas Nirwan Dewanto mau datang pada pembukaan pamerannya Malya, ini sudah pencapaian yang luar biasa. Ini semacam oase untuk menyuburkan proses kreatif Malya, khususnya, dan dunia seni rupa pada umumnya,” ungkap Arik S. Wartono, Minggu (27/9/2026), kurator pada pameran ini, yang juga Pendiri dan Pembina Sanggar DAUN yang mendampingi Malya sejak usia dini. (har)







