SURABAYA (RadarJatim.id) — Lebih dari satu dekade menjalani profesi sebagai Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), Dr Ister Angelia, SH, MKn kini tidak hanya aktif memberikan layanan kenotariatan dan pertanahan kepada masyarakat. Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) tersebut juga dipercaya memegang tanggung jawab dalam organisasi profesi sebagai Ketua Ikatan Notaris Indonesia (INI) Pengurus Daerah Lamongan sejak 2019.
Keterlibatan Ister dalam organisasi profesi bahkan tidak berhenti di tingkat daerah. Ia juga tercatat sebagai Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) sejak 2018 dan Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia sejak 2019. Dengan demikian, perjalanan profesionalnya berkembang dalam dua ruang sekaligus, yakni praktik kenotariatan di Lamongan dan keterlibatan dalam organisasi profesi hingga tingkat nasional.
Perjalanan tersebut dibangun melalui proses yang panjang. Sebelum memperoleh pengangkatan sebagai Notaris pada 2011, Ister telah mengenal praktik hukum sejak masa pendidikan. Pada 2004–2005, ia menjalani magang selama satu tahun di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) UNAIR.
Selepas itu, Ister memperdalam pengalamannya dengan bekerja sebagai staf notaris di Surabaya selama sekitar enam tahun, yakni pada 2005–2011. Ia juga pernah menjalankan tugas sebagai Notaris Pengganti di Surabaya pada 2007.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses profesional sebelum Ister memperoleh pengangkatan sebagai Notaris pada 2011. Dua tahun kemudian, pada 2013, ia juga memperoleh pengangkatan sebagai PPAT.
Sebagai Notaris dan PPAT, Ister menangani berbagai kebutuhan hukum yang berkaitan dengan kenotariatan dan pertanahan. Pengalamannya meliputi pembuatan akta jual beli, akta pembagian hak bersama, hibah, hak tanggungan, pendirian perseroan terbatas, rapat umum pemegang saham, pendirian CV, perubahan anggaran dasar CV, fidusia, sewa-menyewa, hingga akta pelepasan tanah.
Ruang profesional tersebut juga berkembang melalui kerja sama dengan berbagai institusi. Ister tercatat menjadi rekanan sejumlah lembaga perbankan dan keuangan, antara lain Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Jatim, Bank Daerah Lamongan, serta sejumlah BPR dan koperasi.
Setelah bertahun-tahun berkecimpung dalam praktik, tanggung jawab Ister kemudian berkembang melalui organisasi profesi. Sejak 2019, ia dipercaya memimpin INI Pengda Lamongan.
Pada saat yang sama, keterlibatannya sebagai Pengurus Pusat INI dan Pengurus Pusat IPPAT memperluas aktivitas organisasinya hingga tingkat nasional. Peran tersebut membuat pengalaman Ister tidak hanya berkaitan dengan praktik sehari-hari sebagai Notaris dan PPAT, tetapi juga dengan dinamika organisasi yang menaungi profesi tersebut.
Selain pendidikan formal, Ister turut mengikuti berbagai kegiatan pengembangan kapasitas. Salah satunya adalah pendidikan Lemhannas RI bersama Ikatan Notaris Indonesia Angkatan I. Ia juga pernah memberikan materi mengenai aspek hukum pembiayaan pada 2018.
Pengalaman tersebut melengkapi aktivitasnya sebagai praktisi sekaligus pengurus organisasi profesi. Terlebih, bidang kenotariatan dan pertanahan terus bersinggungan dengan perkembangan regulasi serta kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Kini, setelah lebih dari satu dekade menjalankan profesi Notaris dan PPAT, ruang aktivitas Ister telah berkembang dari praktik profesional di Lamongan menuju kepemimpinan organisasi profesi. Tanggung jawab sebagai Ketua INI Pengda Lamongan, ditambah keterlibatan sebagai Pengurus Pusat INI dan IPPAT, menjadi bagian penting dari perjalanan profesionalnya.
Bagi Dr Ister Angelia, SH, MKn, perjalanan dari bangku FH UNAIR hingga aktif dalam kepengurusan organisasi profesi menunjukkan perkembangan karier yang dibangun secara bertahap dimulai dari pengalaman praktik, diperkuat melalui pendidikan, dan kemudian berkembang menuju tanggung jawab organisasi di tingkat daerah maupun nasional. (rj2)








