SIDOARJO (RadarJatim.id) — SMP Negeri 1 Sedati bekerjasama dengan Balai Bahasa Jawa Timur sukses menggelar Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi seluruh siswa kelas 8. Kegiatan rutin tahunan ini dilangsungkan selama dua hari, yakni pada tanggal 16 hingga 17 Oktober 2026.
Ketua Pelaksana UKBI sekaligus Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Sedati, Oktavia Devila Kurniawati, S.Pd menjelaskan bahwa kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi setiap harinya. Sesi pertama dimulai pukul 08.00 WIB. Sesi kedua dimulai pukul 10.00 WIB dan berakhir hingga pukul 13.00 WIB diikuti sebanyak 384 anak.
Ia terangkan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan agenda tahunan sekolah yang bertujuan untuk mengenalkan dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap bahasa Indonesia dengan lebih mendalam.
Menurut Oktavia, terdapat beberapa tujuan utama diadakannya UKBI bagi anak-anak, di antaranya, mengenalkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar kepada para siswa. Mengasah kemampuan serta mengukur potensi siswa dalam bidang kebahasaan. “Melatih mental siswa agar tidak canggung atau kaget dalam menghadapi ujian berbasis komputer (seperti TKA maupun ANBK) di masa mendatang,” katanya.
“Biar anak-anak tidak gagap dan kaget terkait bagaimana cara mengerjakan ujian di depan komputer serta tersorot kamera, sehingga mereka sudah mulai dilatih sejak kelas 8 ini,” ungkap Oktavia.
Hasil dari UKBI ini nantinya berupa nilai yang akan dievaluasi langsung oleh para guru Bahasa Indonesia. Bagi siswa yang nilainya masih kurang, pihak guru akan memberikan upaya perbaikan khusus, baik dari segi bacaan maupun kaidah kebahasaan. Bagi siswa yang nilainya berada di atas rata-rata, pihak sekolah akan memberikan pembinaan berupa pengembangan potensi lebih lanjut, seperti pelatihan menulis artikel.
“Meski pada umumnya nilai siswa berada di kisaran kategori unggul hingga madya, beberapa siswa bahkan pernah berhasil meraih predikat istimewa berkat kegemaran mereka dalam membaca buku setiap harinya,” ungkap.
Sementara itu Ketua Tim Kerja Pembinaan Balai Bahasa Jatim, Tri Wiyasi, menjelaskan bahwa UKBI ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kemahiran berbahasa Indonesia peserta didik, apakah sudah sesuai dengan standar atau belum. Sebelum pelaksanaan ujian pada hari ini, pihak SMP 1 Sedati telah melakukan pendaftaran kolektif serta simulasi.
“Balai Bahasa Jatim turut mendampingi langsung pelaksanaan UKBI tersebut, untuk memastikan kelancaran acara serta membantu mengatasi kendala secara langsung jika terjadi masalah,” jelasnya.
Uji kemahiran ini dilakukan secara daring langsung dan mencakup tiga bagian tes utama, yaitu
Sesi 1 (Mendengarkan/Menyimak): Peserta mendengarkan dialog atau monolog yang diperdengarkan untuk kemudian menjawab soal secara langsung.

Sesi 2 (Merespons Kaidah): Berisi pengujian terkait kaidah bahasa Indonesia yang digunakan dalam konteks komunikasi, bukan sekadar pengetahuan teoretis mengenai arti kata.
Sesi 3 (Membaca): Peserta diminta membaca suatu bacaan dan menjawab pertanyaan terkait bacaan tersebut.
“Berdasarkan Permendikbud Nomor 70 Tahun 2016 tentang Standar Kemahiran Berbahasa Indonesia, standar minimal untuk anak tingkat SMP adalah predikat semenjana, yang berarti peserta harus memiliki skor minimal 405 ke atas,” jelasnya.
Dari pelaksanaan tersebut, terpantau ada peserta yang berhasil melampaui standar dengan meraih predikat madya, sementara sebagian besar lainnya berada di kisaran standar maupun di bawah standar.
“Pihak Balai Bahasa Jatim memberikan apresiasi yang tinggi kepada SMP Negeri 1 Sedati atas komitmennya dalam menjalankan program peningkatan kemahiran bahasa bagi para siswanya,” pungkas Tri Wiyasi.(mad)








