SIDOARJO (RadarJatim.id) — Upaya mengenalkan pertanian modern sekaligus memanfaatkan ruang terbuka hijau desa, SD Negeri Gelam 1 Candi Sidoarjo menggelar kegiatan Pembelajaran Kolaboratif bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Gelam pada (15/10/2025) pagi.
Mengusung tema “Menanam Tanaman Pokcoy Secara Hidroponik” kegiatan ini berlangsung seru dan edukatif di Situs Doro, Ruang Terbuka Hijau (RTH) milik Desa Gelam.
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Sekolah, para guru, siswa kelas 3 dan 4, mahasiswa Calon Guru (Cagur) PPG Prajabatan UMSIDA, serta perwakilan dari Pemdes Gelam. Selama kegiatan, para siswa dibimbing langsung oleh tim Kelompok Wanita Tani (KWT) Tani Segar di bawah binaan Ketua TP-PKK Desa Gelam, Sri Astuti.
Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya berkutat dengan teori di dalam kelas, tetapi juga mempraktikkan langsung cara bertani modern yang hemat lahan dan air.
Kepala SD Negeri Gelam 1, Nur Hikmah, S.Pd.SD., menyampaikan rasa bangga dan syukur atas dukungannya terhadap kolaborasi ini. Karena program ini sejalan dengan agenda dinas pendidikan setempat.
“Kami sangat mendukung penuh program ketahanan pangan desa yang dimulai dari lingkungan sekolah. Hal ini juga sangat selaras dengan program Dinas Pendidikan yang mengusung tema Gerak Melati (Gerakan Memanfaatkan Lahan Tidur),” ungkap Nur Hikmah.
Ia juga berharap ilmu yang didapat di Situs Doro bisa langsung dipraktikkan para siswa pada instalasi hidroponik yang ada di sekolah, sehingga mampu menumbuhkan keterampilan hidup (life skill), karakter peduli lingkungan, kesadaran ketahanan pangan, hingga jiwa kewirausahaan sejak dini.
Di balik suksesnya acara ini, ada gagasan kreatif untuk menghadirkan pengalaman belajar di luar kelas (outdoor learning) yang menyenangkan, bermanfaat, namun tetap ramah kantong bagi orang tua murid.
Guru Kelas 3, Rheny Puspita Ratih, S.Pd., M.Pd., bersama Guru Kelas 4, Millah Karimah, S.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan ini berawal dari keinginan menghadirkan suasana belajar baru tanpa beban biaya Outdoor Learning (ODL) yang memberatkan.

“Kami menyikapi bagaimana caranya murid-murid bisa belajar di luar kelas tanpa biaya dan tanpa perlu ODL yang mahal, tetapi anak-anak tetap merasa senang dan bahagia. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan ini Rp 0 (nol rupiah) karena semuanya dibantu dan difasilitasi penuh oleh Pemerintah Desa Gelam,” ungkap Rheny Puspita Ratih.
“Sinergi antara SDN Gelam 1 dan Pemdes Gelam ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi pembelajaran berkualitas, dan menyenangkan dapat terwujud melalui kolabor borasi erat antar-instansi lokal tanpa harus membebankan biaya kepada siswa,” terang Bu Rheny_sapaan akrabnya.(mad)








