PACITAN (RadarJatim.id) – SD Negeri 6 Punung, Kabupaten Pacitan, kembali membuat terobosan inovatif di dunia pendidikan sekolah dasar. Melalui inovasi bertajuk S-Prestasi (Sistem Presensi Terintegrasi Kesalehan Lokal dan Aksi Sustainable Development Goals), sekolah ini berhasil mentransformasi proses presensi barcode siswa yang semula sekadar alat administrasi pasif menjadi portal pembiasaan karakter (behavioral nudging) dan aksi nyata pelestarian lingkungan.
Inovasi S-PRESTASI ini mengintegrasikan setiap pemindaian barcode kehadiran siswa dengan penyetoran sampah terpilah. Sistem ini merupakan sedekah sampah 3R yang meliputi 20% sampah botol plastik dari rumah dan 80% sampah dari lingkungan sekolah, serta penanaman pesan moral afirmatif harian berbasis kesalehan lokal. Hasil presensi ini terakumulasi dari sedekah sampah dan penguatan karakter yang terekap secara digital dan transparan.
Fasilitator dan narasumber Inovasi, Timbul Sasongko, SPd SD, MPd, menjelaskan, S-Prestasi merupakan manifestasi nyata dari integrasi pembelajaran mendalam (deep learning) berbasis STEM dan numerasi.
“S-Prestasi merajut konsep akademis dengan aksi konkret di lapangan. Murid tidak hanya belajar tentang pemilahan sampah dan numerasi secara teori, tetapi langsung mempraktikkannya secara harian saat proses presensi. Ini membentuk growth mindset dan karakter berwawasan lingkungan secara alami,” ujar Timbul Sasongko saat dihubungi, Sabtu (17/10/2026).
Sementara Endro Ahmadi, SPd dan Yeni Wulandari, SPd, selaku Pengembang Inovasi S-Prestasi, menyoroti kemudahan operasional dan efisiensi sistem yang dirancang.
“Kami merancang S-Prestasi agar tetap ringan, tepat guna, dan berbasis teknologi yang ramah pengguna. Sistem ini merekap kehadiran secara digital, melacak partisipasi sedekah sampah 3R, sekaligus menyajikan afirmasi nilai kesalihan lokal harian secara otomatis. Dengan tata kelola ini, sekolah memiliki basis data pembentukan karakter siswa yang terukur dan transparan,” jelas Endro Ahmadi yang dikuatkan Yeni Wulandari.
Apresiasi dan Komitmen Kepala Sekolah
Kepala SD Negeri 6 Punung, Sri Lestari, SPd, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi seluruh elemen sekolah, serta tim pengembang dalam mewujudkan inovasi ini. S-Prestasi, menurutnya, membuktikan, bahwa keterbatasan di wilayah tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan karya kelas dunia.
“Kami sangat bersyukur dan bangga karena inovasi ini tidak hanya mendisiplinkan siswa dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi pemicu lahirnya deretan prestasi membanggakan bagi pendidik maupun peserta didik,” ungkap Sri Lestari.
Keberhasilan implementasi S-Prestasi tidak lepas dari tata kelola kolaboratif berbasis strategi tapal kuda. Pola jejaring ini melibatkan 31 anggota Tim Pengembangan Mutu Sekolah yang merangkul 10 kategori pemangku kepentingan, mulai dari pengawas/pembina Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, komite sekolah, paguyuban wali murid kelas 1 hingga 6, pemerintah Desa Punung, tokoh masyarakat, pemuka agama, hingga karang taruna desa tersebut.
Panen 10 Prestasi Unggulan hingga Tingkat Internasional
Melalui penguatan karakter dan manajemen sekolah yang progresif ini, SDN 6 Punung mencatatkan deretan prestasi membanggakan pada kurun waktu 2024–2026, di antaranya:
- Juara 2 Lomba Guru Prestasi – Tingkat Internasional (2026)
- Juara 2 Lomba Guru Prestasi STEM & Numerasi (Proyek AdeGan Sindikat) – Tingkat Provinsi Jawa Timur (2024)
- Guru Aktif Literasi Nasional – Tingkat Nasional (2025)
- Juara 2 Lomba Menulis Cerpen – Tingkat Nasional (2025)
- Finalis InoBel (Inovasi Pembelajaran) – Tingkat Nasional (2024)
- Juara Harapan 1 Lomba Menulis Puisi – Tingkat Provinsi Jawa Timur (2025)
- Juara 3 Lomba Menulis Cerita (FLS3N) (2025)
- Juara 1 Pildacil – Tingkat Kecamatan Punung (2024)
- Juara Harapan 1 Lomba Mendongeng – Tingkat Kecamatan Punung (2025)
- Juara Harapan 3 Lomba Pantomim – Tingkat Kecamatan Punung (2025)
Keberhasilan S-Prestasi kini menarik perhatian berbagai pihak. Model tata kelola inovasi dan E-Book Pedoman Teknis S-Prestasu kini siap direplikasi oleh sejumlah Sekolah Dasar sebagai percontohan (best practice) dalam pengelolaan sekolah dasar yang adaptif digital, berkarakter, dan berwawasan lingkungan. (rj2)





