SIDOARJO (RadarJatim.id) — Dengan mengusung tema nasional dari Kementerian Agama RI, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, di SMP Negeri 2 Krian tahun ini dimaknai sebagai momentum penting untuk mengingatkan kembali sejarah perjuangan bangsa serta peran generasi muda dalam pembangunan karakter.
Dalam amanatnya, Kepala SMP Negeri 2 Krian, Ahmad Haris, S.Pd., M.Pd.I, menegaskan bahwa nilai-nilai ke-santri-an tidak terbatas pada sarung dan lingkungan pesantren semata, melainkan tercermin dalam sikap hidup sehari-hari.
“Sejatinya, kalian semua adalah santri. Jangan pernah berpikir santri itu hanya mereka yang tinggal di pesantren. Definisi santri yang hakiki adalah pencari ilmu, penjaga adab, dan pejuang akhlak,” tutur Ahmad Haris di hadapan seluruh siswanya.
Lanjutnya, jadi konsep “SPENDAKA BERSANTRI”, yaitu membentuk profil siswa sebagai Santri Modern atau Santri Milenial. Meski berseragam putih-biru dan mempelajari ilmu pengetahuan umum seperti Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris. ”Namun para siswa kami harapkan memiliki jiwa santri yang taat beribadah, menghormati guru, mencintai Al-Qur’an, dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi,” harap Pak Haris_sapaan akrabnya.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial, pihak sekolah mengimbau agar siswa mampu bersikap kritis dan membentengi diri dari pergaulan bebas, perundungan (bullying), serta rasa malas.
“Semoga Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di SPENDAKA ini menjadi pijakan nyata dalam mencetak generasi cerdas, berakhlak mulia, dan siap menguatkan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” doa Ahmad Haris.
Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga menghadirkan tamu undangan khusus, penceramah kondang KH. Abdul Muntholib (Kera Sakti), yang menggelegarkan suasana dengan mauidhoh hasanah dan tausiyah motivasi bagi para peserta didik.(mad)








