SIDOARJO (RadarJatim.id) — Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM) Sidoarjo dinilai sebagai yayasan yang hebat, kreatif, dan inovatif dalam mengelola berbagai lembaga pendidikan di bawah naungannya. Penilaian ini disampaikan dalam sebuah acara ‘New Launching Buku Asmaul Husna Dalam Kancah Kehidupan’ pada (22/10/2026) siang di Aula SMK YPM 8 Sidoarjo.
“Kami sangat mengapresiasi berbagai kegiatan positif yang rutin diselenggarakan oleh YPM, termasuk kegiatan peluncuran buku Asmaul Husna Dalam Kancah Kehidupan karya para guru SMK YPM 9 Sidoarjo. Karena ada sinergi yang kuat antara yayasan dan lembaga-lembaga di dalamnya,” tegas Abdul Kholis, S.Pd M.Pd pengawas SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo.
Dalam arahannya, ditekankan pula bahwa pendidikan anak harus dilandasi dengan pengenalan kepada Allah SWT dan Asmaul Husna (99 nama Allah). Hal ini dinilai penting agar ilmu yang didapatkan oleh anak-anak dapat menjadi bermanfaat. “Pertama, anak itu harus dikenalkan dengan Allah. Kalau tidak dengan pengenalan Allah, maka ilmu itu tidak bisa bermanfaat,” katanya.
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa setiap lembaga di bawah yayasan harus memiliki nilai tambah (value) yang kuat melalui branding. Salah satu kunci keunggulan tersebut adalah konsistensi dalam mempertahankan kreativitas dan inovasi yang tidak dimiliki oleh sekolah lain.
“Dengan kreativitas dan keunggulan yang autentik, nilai jual dan kualitas lembaga di bawah Yayasan YPM akan terus meningkat dan menjadi pelopor kebaikan,” tegasnya.
Ketua YPM Sidoarjo Ir. Ahmad Makki, ST, MT juga menegaskan kalau buku ini diharapkan menjadi bukti bahwa setiap detik kehidupan manusia diisi dengan dzikir dan pujian kepada-Nya, serta menjadi catatan amal kebaikan di hadapan Allah SWT.
Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak ikut menulis isi buku secara langsung, melainkan turut serta memberikan kata pengantar sebagai bentuk kontribusi.
“Oleh karena itu saya berpesan agar buku Asmaul Husna yang telah diluncurkan tidak hanya dijadikan koleksi pajangan, melainkan benar-benar dibaca, dipelajari, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Gus Makki_sapaan akrabnya.
Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo Dr. Afthoni juga menambahkan kalau buku tersebut semua karya para guru dan digarap sekitar 1,5 bulan lamanya dengan ketebalan 500 halaman. Kegiatan ini juga masih dalam rangka rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026.
“Buku ini kami hadirkan sebagai bentuk penguatan dakwah. YPM telah melaksanakan dakwah bil-hal melalui aksi nyata dan dakwah bil-lisan sebanyak lima kelas setiap hari, sehingga kehadiran buku Asmaul Husna menjadi pelengkap dakwah bil-qolam (dakwah dengan tulisan atau karya),” jelasnya.
“Buku karya bersama ini dibuat karena karya tulis bersifat abadi, sedangkan penulisnya bisa wafat kapan saja, sehingga catatan karya tersebut diharapkan menjadi amal jariyah yang bermanfaat bagi umat,” jelas Dr. Afthoni.(mad)








