SIDOARJO (RadarJatim.id) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan kegiatan Refleksi dan Evaluasi Penanganan Pelanggaran serta Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan yang diselengarakan di Kantor Bawaslu Sidoarjo dihadiri oleh segenap jajaran komisioner dan jajaran sekretariat Bawaslu Sidoarjo, serta beberapa perwakilan insan pers dan mahasiswa dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida).
Terjadi dialog yang sangat cair antara narasumber dengan para peserta kegiatan, mulai dari peran Bawaslu yang bertugas melakukan pencegahan dan penindakan, pengawasan tahapan Pemilu, pengawasan netralitas ASN, TNI/Polri dan Kepala Desa/Lurah, penyelesain sengketa hingga pembinaan jajaran.
Agisma D. Fastari, S.Sos, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat (Parmas) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Bawaslu Sidoarjo mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ruang evaluasi pelaksanaan tugas sekaligus upaya mempersiapkan jajaran sekretariat dalam menghadapi tahapan Pemilu mendatang.
“Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dan insan media untuk memperluas ruang diskusi, serta mendorong partisipasi publik dalam penguatan pengawasan dan penegakan hukum Pemilu,” katanya.
Disampaikan oleh Agisma bahwa dalam kegiatan tersebut, para narasumber membahas pelaksanaan penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa proses Pemilu, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas serta pentingnya koordinasi antara jajaran pimpinan dan sekretariat untuk mendukung efektivitas kerja kelembagaan.
Melalui forum refleksi ini, Bawaslu Sidoarjo berupaya mengidentifikasi hal-hal yang perlu dipertahankan, diperbaiki dan ditingkatkan dalam pelaksanaan tugas.
“Evaluasi menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia, dukungan administrasi serta tata kelola penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa. Agar berjalan lebih tertib, profesional dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” sampainya.
Agisma menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dan insan pers menjadi bagian dari upaya Bawaslu Sidoarjo dalam membangun komunikasi yang terbuka dengan segenap komponen masyarakat.
“Mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda diharapkan dapat berperan aktif dalam mengawal demokrasi. Sedangkan, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada publik, serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengawasan Pemilu,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Sidoarjo berharap hasil refleksi dan evaluasi dapat menjadi bahan perbaikan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kesiapan jajaran sekretariat dalam mendukung pelaksanaan tugas pada tahapan Pemilu berikutnya.
“Dengan demikian, Bawaslu (Sidoarjo, red) dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga integritas proses demokrasi, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemilu,” terangnya. (mams)







