SIDOARJO (RadarJatim.id) — Dinas PUBMSDA (Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air) melalui Bidang Jalan dan Jembatan memastikan bahwa program PIWK (Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan) kegiatan tahun ini berjalan secara menyeluruh di seluruh 18 kecamatan di wilayah Sidoarjo.
Kabid Jalan dan Jembatan, Purwanto, menjelaskan PIWK terdapat di kegiatan 6 PBP (Peningkatan/Pembangunan Berkelanjutan/Pekerjaan) saat ini telah selesai tahap review bersama pihak PBP dan diperkirakan akan mulai tayang pada pekan depan. “Pelaksanaannya mencakup seluruh kecamatan. Untuk total 18 pengajuan, semuanya dijadikan satu dalam proses pengadaannya,” terang Purwanto saat ditemui, pada (5/11/2026) siang.
Mengenai tahapan selanjutnya setelah penetapan pemenang lelang, pihak bidang akan segera memberitahukan kepada masing-masing kecamatan. Selanjutnya, pihak kecamatan diminta untuk mengajukan permintaan material sesuai dengan kebutuhan titik lokasi yang telah ditentukan oleh pihak kecamatan sendiri. “Setelah ada penetapan pemenang, kami bersurat ke kecamatan bahwa sudah bisa meminta kiriman material sesuai permintaan dari kecamatan tersebut,” tambahnya.
Terkait target penyelesaian, Purwanto optimis seluruh rangkaian kegiatan ini dapat rampung pada tahun ini. “Bahkan diproyeksikan selesai paling lambat pada pertengahan Desember mendatang sebelum bulan berakhir,” tegas Purwanto.

Sejumlah Kecamatan di Sidoarjo Bersiap Jalankan PIWK
Kecamatan di sejumlah wilayah Kabupaten Sidoarjo mulai mematangkan persiapan pelaksanaan program PIWK untuk triwulan IV. Berbagai persiapan mulai dari penyiapan tenaga kerja, alat berat, hingga koordinasi pengadaan material dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU BM) tengah berjalan.
Seperti diungkapkan Camat Tarik, Muhammad Rofik, S.Sos., bahwa pelaksanaan PIWK di wilayahnya saat ini masih berada dalam tahap proses pengadaan bahan material dari Dinas PUBSDA. “Masih proses untuk pengadaan bahan materialnya. Sementara untuk tenaga kerja dan sewa alat di kecamatan sudah siap,” ungkap Rofik saat dimintai keterangan, Kamis (5/11/2026) siang.
Ia terangkan rencana ruas jalan yang akan di perbaiki anggaran PAK 2026 melipuati, Kedinding (Makam) – Kalimati – (lanjutan sampai Desa Kalimati). Dsn. Umbutlegi Desa Kemuning (Sebelah SDN Kemuning). Dsn. Blijo Desa Sebani – Dsn. Kedungploso Desa Kedungbocok. Perempatan Desa Kedungbocok – Gardu Induk dan Mergobener (Baldes) – Mergobener (Batas Tarik).
Kondisi serupa juga disampaikan oleh Camat Sukodono, Ineke Dwi Setyawati, S.STP M.PA. Ia menyebutkan bahwa pemeliharaan jalan di wilayahnya belum dimulai karena masih menunggu proses pengadaan material yang dipusatkan melalui Dinas PU Bina Marga.
Hal senada juga diungkapkan Camat Krian, Kusdianto, S.H., yang menyatakan bahwa pihak kecamatan saat ini masih dalam tahap persiapan. Rencananya, program PIWK di Krian akan menyasar sekitar lima titik lokasi. “Bila material sudah ada, kita siap untuk melaksanakan,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Krembung, Slamet Riyadin, S.STP M.HP memaparkan secara rinci lima titik ruas jalan yang menjadi fokus pengerjaan PIWK pada triwulan IV ini, yaitu meliputi Ruas Balonggarut, Ruas Jalan Pura Balonggarut, Ruas Gading – Tanjekwagir, Ruas Simo – Kesibukan Mojoruntut dan Jalan Penghubung Cangkring Lemujut.
Fokus pengerjaan yang cukup komprehensif juga dilaporkan oleh Camat Gedangan Widia Helita, S.STP M.M. Di wilayah Kecamatan Gedangan, program PIWK triwulan IV akan dibagi ke dalam dua sektor utama, yakni pembersihan sungai di lima lokasi serta pengaspalan jalan pada satu ruas utama.
Dengan persiapan yang matang dan koordinasi lintas instansi yang terus berjalan, pemerintah kecamatan berharap pelaksanaan PIWK triwulan IV ini dapat segera direalisasikan demi meningkatkan kenyamanan infrastruktur dan fasilitas umum bagi masyarakat Sidoarjo.
Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo, Mukhammad Makhmud, menegaskan komitmen untuk mengawal serta mendampingi pelaksanaan program PIWK di seluruh kecamatan. Kewenangan penanganan jalan berlubang dan rusak ringan di skala lingkungan desa maupun jalan poros kecamatan kini bisa dieksekusi cepat oleh teman-teman camat lewat program PIWK.
“Kami dari Dinas PUBMSDA secara simultan menangani ruas jalan utama/kabupaten serta membackup dukungan teknis, material, maupun koordinasi di lapangan agar pengerjaan standar kualitasnya tetap terjaga,” jalas Mukhammad Makhmud.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara Dinas PUBMSDA dan pemerintah kecamatan ini bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pembangunan yang responsif. Dinas PUBMSDA fokus pada pemeliharaan berkala ruas jalan besar, proyek betonisasi, hingga mitigasi banjir dan normalisasi sungai, sementara PIWK menyisir titik-titik kerusakan kecil yang membutuhkan penanganan darurat tanpa proses birokrasi yang panjang.

Menurutnya, pelaksanaan PIWK Sidoarjo ini fokus penanganan, perbaikan jalan lingkungan berlubang, drainase mikro, dan fasilitas umum di 18 kecamatan. “Target utamanya untuk mempercepat respon aduan jalan rusak dari masyarakat serta memastikan kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan di Kabupaten Sidoarjo,” jelasnya.
Bupati Sidoarjo Subandi juga menekankan agar seluruh camat di 18 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo lebih responsif dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait jalan berlubang atau rusak.
“Masyarakat Sidoarjo menginginkan perbaikan jalan dilakukan dengan segera. Tidak dibiarkan berminggu-minggu jalan berlubang itu ditangani. Warga menuntut perbaikan segera,” tegas Bupati Subandi.
Subandi menjelaskan bahwa salah satu keunggulan utama dari skema PIWK adalah partisipasi langsung dari masyarakat. Warga diajak terlibat aktif sejak tahap pengusulan titik lokasi kerusakan, pengawasan pengerjaan, hingga memastikan kualitas akhir hasil pengaspalan atau betonisasi jalan.
Koordinasi Kecamatan dan Kualitas Pengerjaan
Selain aspek kecepatan, Pemkab Sidoarjo juga memprioritaskan kualitas teknis bangunan jalan agar daya tahannya tinggi dan aman dilintasi pengendara. “Jika terdapat titik kerusakan berskala besar yang melampaui kapasitas kewenangan anggaran PIWK di tingkat kecamatan, pihak camat bisan langsung berkoordinasi dengan Dinas PU BMSDA untuk penanganan lanjutan,” tegasnya.
“Percepatan program PIWK ini, Pemkab Sidoarjo mengupayakan pemerataan kelayakan infrastruktur perhubungan darat hingga pelosok desa. Dengan koordinasi yang solid antara pemerintah desa, pihak kecamatan, dan dinas teknis terkait, penanganan jalan berlubang diharapkan selesai lebih responsif sebelum memasuki puncak musim penghujan,” harapa Bupati Sidoarjo Subandi.(adv.mad)







