SIDOARJO (RadarJatim.id) — Semangat Berbagi Ilmu. Dosen Bahasa dari ITS Surabaya memberikan apresiasi sekaligus mendorongan moral kepada para pendidik untuk terus mengabadikan pengalaman mengajar anak berbuat khusus dalam bentuk karya tulis, sebuah buku.
Hal tersebut disampaikan Dosen Departemen Studi Pembangunan ITS, Dr. Kartika Nusantara dalam acara ‘Showcase PM (Pembelajaran Mendalam) dan KKA (Koding dan Kecerdasan Artificial), di SLB Negeri Gedangan Sidoarjo, pada (4/11/2026) pagi di Aula SLB Negeri Gedangan Sidoarjo.
Kegiatan tersebut dibuka terlebih dahulu oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo Dr. Kiswanto, M.Pd yang dihadiri pula oleh Prof. Dr, Nurul Jadid, M.Sc Wakil Direktur DRPM ITS didampingi pula oleh Kepala SLB Negeri Gedangan Puguh Sudarminto, S.Pd M.Pd beserta jajarannya.
Dalam kesempatan yang penuh inspirasi tersebut, para guru diajak untuk tidak berhenti membagikan pengalaman terbaik mereka di kelas dalam bentuk karya tulis atau buku. Karya-karya ini dinilai sangat krusial sebagai panduan dan referensi bagi sesama pendidik, terutama guru di sekolah reguler yang menyelenggarakan pendidikan inklusi.
Oleh karena itu, Dr. Kartika Nusantara menekankan betapa pentingnya peran guru Pendidikan Luar Biasa (PLB) dan pendidik anak berkebutuhan khusus (ABK). Pendekatan mengajar di dunia pendidikan khusus memerlukan penanganan dan keahlian yang berbeda dari sekolah umum.

“Anak-anak kita adalah anak-anak khusus yang membutuhkan pendekatan khusus. Tidak semua guru mampu menyelesaikan permasalahan anak-anak kita, apalagi di sekolah non-SLB. Buku yang Bapak dan Ibu tulis ini dapat menjadi referensi berharga bagi guru-guru di sekolah inklusi,” terangnya.
Saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang telah berhasil merampungkan 19 cerita baik serta 25 bab (chapter) yang dikerjakan secara kolaboratif. Karya-karya yang disajikan saat ini masih berupa prototipe, namun ditargetkan untuk dapat diterbitkan secara resmi ber-ISBN dan didistribusikan ke toko-toko buku pada tahun mendatang. “Diharapkan langkah ini menjadi pemantik semangat agar para guru konsisten melahirkan karya baru setiap tahunnya,” harapnya.
Dr. Kartika juga menghimbau para guru untuk tidak lagi menjadikan alasan ‘tidak bisa menulis’ sebagai penghalang, sebab teknologi kini hadir untuk membantu. “Meski demikian, penggunaan teknologi tetap harus dibarengi dengan kearifan dan daya kritis,” tegasnya.
Lanjutnya, hendaknya memanfaatkan AI (Aritificial Intelligence) sebagai alat (tool) pembantu dan penunjang kreativitas mengajar maupun menulis. “Pemanfaatan AI tidak boleh merusak atau menghentikan kemampuan berpikir kritis (critical thinking) dan kreativitas mendasar pendidik.
Oleh karena itu, para pendidik yang bergelut di dalamnya diharapkan terus bergerak aktif menyebarkan ilmu dan pengalaman. “Sekecil apa pun kontribusi Bapak dan Ibu guru di dalam kelas, perlu dituliskan. Mari kita sebarkan pengalaman ini agar semakin banyak anak-anak berkebutuhan khusus dan anak-anak dengan hambatan belajar yang terkelola serta mendapatkan hak belajar yang layak,” harap Dr. Kartika.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo Dr. Kiswanto juga menekankan pentingnya memanusiakan manusia dalam dunia pendidikan. Indikator keberhasilan dari proses pembelajaran tercermin dari bagaimana seluruh elemen pendidikan dapat saling memuliakan dan memberikan manfaat bagi sesama.

“Secara khusus, apresiasi yang tinggi kepada Bu Dr. Kartika Nusantara beserta mahasiswanya, pendamping dari ITS. Kerja sama antara pendamping dari perguruan tinggi teknik seperti ITS dengan SLB dinilai sebagai langkah yang luar biasa dan menginspirasi,” katanya.
Kepala SLB Negeri Gedangan Puguh Sudarminto juga menjelaskan kalau program penulisan buku PM dan KKA 2026 ini telah menerbitkan dua buku praktik baik. Buku praktik baik pertama sebanyak 12 orang, dan yang kedua sebanya 25 orang, jumlah KAKI hari ini sebanyak 32 karya.
Lanjutnya, jadi guru kami sudah mengimplementasikan ke murid sekitar 90 persen untuk PM, dan sekitar 60 persen sudah mengimplementasikan PM dan KKA. Antusias murid sangat menikmati pembelajaran mendalam (berkesadaran, bermakna, joyful learning).
“Harapan kami setelah buku dipublikasikan dan setelah memperoleh HAKI, akan terus memacu bapak-ibu guru untuk tidak berhenti belajar, berkarya dan berinovasi,” harap Puguh Sudarminto.(mad)








